Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan penelitian mengenai peran media visualisasi interaktif berbasis teknologi dalam meningkatkan pemahaman konsep submikroskopik kimia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar pada rentang tahun 2016–2026. Kriteria inklusi meliputi penelitian tentang media visualisasi interaktif berbasis teknologi dalam pembelajaran kimia yang fokus pada pemahaman konsep submikroskopik. Sebanyak 13 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), simulasi interaktif, serta multimedia interaktif dan animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, menurunkan miskonsepsi hingga 55,72%, serta meningkatkan keterampilan visual-spasial peserta didik. Media AR unggul dalam mengintegrasikan objek 3D dengan dunia nyata, VR memberikan pengalaman imersif, simulasi interaktif menawarkan aksesibilitas tinggi, sedangkan animasi efektif untuk proses dinamis. Kesimpulannya, media visualisasi interaktif berbasis teknologi berperan penting dalam menjembatani kesenjangan kognitif antara representasi makroskopik, simbolik, dan submikroskopik dalam pembelajaran kimia. Efektivitasnya dipengaruhi oleh desain pembelajaran, jenis teknologi, serta karakteristik peserta didik.
Copyrights © 2026