Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan literasi sains yang memadai, khususnya dalam memahami materi kimia yang kompleks dan abstrak. Namun, hasil asesmen internasional menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa, termasuk di Indonesia, masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) dalam meningkatkan literasi sains pada pembelajaran kimia di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA/MA). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penerapan PBL secara konsisten memperkuat pemahaman konsep sains secara mendalam dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah siswa. Model pembelajaran ini tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membantu siswa mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan situasi nyata, sehingga meningkatkan kualitas literasi sains yang dibutuhkan dalam pembelajaran kimia saat ini.
Copyrights © 2026