Proses pembuatan totebag souvenir melibatkan beberapa tahapan yang menuntut efisiensi dan kenyamanan kerja operator. Dalam aktivitas menjahit, pekerja membutuhkan fasilitas kerja yang ergonomis seperti meja mesin jahit yang dirancang agar operator tidak perlu berpindah tempat berulang kali. Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan, kenyamanan, serta menjaga kesehatan pekerja selama proses produksi. Penelitian ini menggabungkan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk menganalisis keluhan otot dan postur kerja awal. Hasil survei NBM menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) merasakan nyeri atau pegal di bahu kiri dan punggung, sementara 87% mengeluh pada lengan bawah kiri dan pergelangan tangan kiri. Berdasarkan analisis RULA, aktivitas menjahit dinilai memiliki tingkat risiko sedang dan memerlukan tindakan perbaikan dalam waktu dekat. Melalui metode Ergonomic Function Deployment (EFD) dan data antropometri, dilakukan perancangan ulang meja menjahit dengan prioritas utama mengurangi rasa pegal (skor 2,28), menambah kenyamanan (skor 2,19), serta mencegah cedera (skor 1,86). Hasil akhirnya berupa meja mesin jahit ergonomis berukuran 150 × 92 × 74 cm, dengan panjang mengikuti rentang tangan, lebar berdasarkan jangkauan tangan, serta tinggi disesuaikan dengan tinggi siku dan popliteal duduk.
Copyrights © 2026