Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Meja Mesin Jahit yang Ergonomis Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment dengan Analisis Rapid Upper Limb Assessment Anugrah, Ibnu; Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; Resta Wulan Zaauza; Elsa Sri Erjuni Rumapea; Amirah Nova Khairiyah Pane; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan totebag souvenir melibatkan beberapa tahapan yang menuntut efisiensi dan kenyamanan kerja operator. Dalam aktivitas menjahit, pekerja membutuhkan fasilitas kerja yang ergonomis seperti meja mesin jahit yang dirancang agar operator tidak perlu berpindah tempat berulang kali. Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan, kenyamanan, serta menjaga kesehatan pekerja selama proses produksi. Penelitian ini menggabungkan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk menganalisis keluhan otot dan postur kerja awal. Hasil survei NBM menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) merasakan nyeri atau pegal di bahu kiri dan punggung, sementara 87% mengeluh pada lengan bawah kiri dan pergelangan tangan kiri. Berdasarkan analisis RULA, aktivitas menjahit dinilai memiliki tingkat risiko sedang dan memerlukan tindakan perbaikan dalam waktu dekat. Melalui metode Ergonomic Function Deployment (EFD) dan data antropometri, dilakukan perancangan ulang meja menjahit dengan prioritas utama mengurangi rasa pegal (skor 2,28), menambah kenyamanan (skor 2,19), serta mencegah cedera (skor 1,86). Hasil akhirnya berupa meja mesin jahit ergonomis berukuran 150 × 92 × 74 cm, dengan panjang mengikuti rentang tangan, lebar berdasarkan jangkauan tangan, serta tinggi disesuaikan dengan tinggi siku dan popliteal duduk.
Analisis Risiko Ergonomis pada Aktivitas Pengangkatan Cable Box 800G Menggunakan Metode Nordic Body Map, Recommended Weight Limit, dan Lifting Index di PT XYZ Dewinta Marbun; M. Ansyar Bora; Sari Rahmiati; I Made Sondra Wijaya; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 10 No 02 (2025): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pengangkatan manual merupakan salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan risiko ergonomis pada pekerja industri manufaktur, terutama jika dilakukan secara berulang dengan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomis pada aktivitas pengangkatan Cable Box 800G di PT XYZ dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), Recommended Weight Limit (RWL), dan Lifting Index (LI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung terhadap dua operator yang melakukan pengangkatan tiga kardus Cable Box 800G dengan berat berbeda, yaitu 11,685 Kg dan 9,165 Kg. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas pengangkatan dengan berat 11,685 Kg memiliki nilai LI sebesar 3,748, yang berarti berisiko tinggi terhadap cedera muskuloskeletal. Sebaliknya, aktivitas dengan berat 9,165 Kg menghasilkan nilai LI 0,99, yang masih berada dalam batas aman. Hasil kuesioner NBM memperlihatkan bahwa keluhan paling dominan dialami pada bagian punggung bawah dan bahu, akibat posisi kerja membungkuk dan gerakan pengangkatan berulang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa risiko ergonomis pada pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh berat beban, tetapi juga oleh postur tubuh, frekuensi, dan cara kerja. Diperlukan penerapan prinsip ergonomi seperti perbaikan posisi kerja, modifikasi desain beban, dan penggunaan alat bantu angkat untuk menurunkan risiko cedera serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja.