Budidaya ikan lele bergantung pada pakan komersial mahal, sementara limbah ikan afkir belum dimanfaatkan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis biokonversi limbah ikan afkir menggunakan larva BSF terhadap peningkatan kualitas nutrisi pakan dan reduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian eksperimental dengan pendekatan life cycle inventory dilaksanakan di Surabaya pada Oktober 2025. Empat variasi media biokonversi (M1–M4) digunakan untuk membiakkan larva BSF selama 15 hari. Tiga variasi pakan (Vpl 1–Vpl 3) dengan proporsi tepung maggot 25%, 50%, dan 75% diuji pada ikan lele. Parameter yang diukur meliputi SGR, proksimat, SR, dan emisi karbon (gate-to-gate). Hasil menunjukkan M4 (0,56 kg dedak + 2,24 kg limbah ikan) menghasilkan protein larva tertinggi (11,31%) dan lemak (9,87%). Vpl 3 (75% maggot) menghasilkan protein pakan tertinggi (17,45%) dan lemak (14,43%) mendekati SNI. Ikan lele yang diberi Vpl 3 menunjukkan pertumbuhan 22,7% dan SR 100%. Namun, peningkatan proporsi maggot meningkatkan emisi karbon dari 1,29 kg CO2e/kg (Vpl 1) menjadi 1,60 kg CO2e/kg (Vpl 3), dengan kontribusi LPG 97–98%. Biokonversi limbah ikan afkir oleh larva BSF efektif meningkatkan kualitas nutrisi pakan, namun terdapat trade-off dengan peningkatan emisi karbon.
Copyrights © 2026