Subak merupakan organisasi pengairan tradisional yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Bali dalam menjaga keselarasan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Subak sebagai media pembelajaran Antropologi Budaya dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kearifan lokal guna mendukung pelestarian eksistensi Subak di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai sumber pustaka relevan yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subak memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran holistik yang mencakup lima domain utama: sistem sosial, ekonomi, religi, ekologi budaya, dan perubahan sosial. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi Subak ke dalam Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), merupakan langkah strategis untuk menanamkan karakter gotong royong dan tanggung jawab. Penguatan literasi budaya berbasis Subak tidak hanya meningkatkan kecerdasan intelektual siswa, tetapi juga menjadi instrumen krusial dalam menjaga ketahanan budaya Bali dari ancaman disrupsi global.
Copyrights © 2026