Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berkontribusi terhadap pembentukan moral siswa di MTs Aisyiyah Binjai, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berfungsi sebagai ruang sosialisasi moral berbasis siswa melalui teladan, interaksi sesama siswa, dan kegiatan organisasi yang terstruktur, di mana siswa diberi otonomi dalam mengelola program dan terlibat dalam pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan seperti MABITCA, Muhadharah, dan Gerakan Anti-Sampah (GAS) menyediakan konteks untuk internalisasi nilai-nilai keagamaan, sosial, dan lingkungan dalam praktik kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembentukan moral terjadi melalui pola kepemimpinan teladan dan interaksi sesama siswa yang mendukung pengembangan disiplin, etika komunikasi, dan kesadaran keagamaan pada siswa, meskipun proses ini dipengaruhi oleh beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu dan faktor eksternal seperti media sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian organisasi siswa sebagai mekanisme pembentukan moral dalam pendidikan Islam, khususnya melalui pendekatan berbasis teman sebaya dan praktik langsung. Keywords: Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Organisasi Pelajar, Pembentukan Moral, Pendidikan Islam Abstract This study aims to examine how the Muhammadiyah Student Association (IPM) contributes to the formation of students' moral character (akhlak) at MTs Aisyiyah Binjai, as well as to identify the supporting and constraining factors influencing its implementation. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings suggest that IPM operates as a student-led moral socialization space through role modeling, peer interaction, and structured organizational activities, where students are given autonomy to manage programs and engage in experiential learning. Activities such as MABITCA, Muhadharah, and the Anti-Waste Movement (GAS) provide contexts for the internalization of religious, social, and environmental values in everyday school practices. The study further indicates that moral formation is shaped through exemplary leadership and peer-based interaction, which supports the development of discipline, communication ethics, and religious awareness among students, although this process is influenced by constraints such as limited time and external factors including social media. This study contributes to the literature by positioning student organizations as mechanisms of moral formation in Islamic education through peer-based and practice-oriented approaches. Keywords: Muhammadiyah Student Association (IPM), Student Organization, Moral Formation, Islamic Education
Copyrights © 2026