Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategic Program Innovation to Optimize Islamic Religious Education in Schools Juliani; Arif Akbar; Amanda Rezeki Padila; Dinda Aulia Prastiwi; Dwi Andini
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 2 No 3 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v2i3.274

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in schools has an important role in shaping the character and spirituality of students. However, the challenges of the digital era and social dynamics demand strategic program innovations to optimize PAI learning. This article discusses various innovations that can be applied, such as the integration of technology in learning, the development of a relevant curriculum, the improvement of teacher competence, and the application of active learning methods. By adopting these strategies, PAI is expected to be more effective in forming a generation that is faithful, noble, and able to face the challenges of the times.
Bersih desa : Tradisi Tahunan sebagai Wujud Rasa Syukur Masyarakat di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat Mohamad Hafrison; Ghefira Sabrina; Iksan Dwi Ganda Putra; Rohid Putra Abdullah; Dwi Andini; Rizky Maulana
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 3 (2025): Juni : ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i3.1332

Abstract

Village cleaning is an annual tradition carried out by the people of Nagari Sitiung, West Sumatra, as a form of expression of gratitude for the harvest and abundance of sustenance. This tradition has local wisdom values ​​that have been passed down from generation to generation and are still preserved to this day. Village cleaning is generally carried out before the new planting season or after a large harvest, as an effort to maintain a harmonious relationship between humans, nature, and invisible forces that are believed to play a role in the balance of life. A series of activities in this tradition include working together to clean the village environment, joint prayer rituals, and various traditional events and traditional arts that are symbols of hope for blessings in the future. In this procession, the community shares roles and responsibilities, which shows the strong social ties between them. In addition, this tradition is an event for reflection and friendship, where migrants who return to their hometowns take part in the excitement of the event. The symbolic meaning of the village cleaning tradition lies not only in the ritual aspect, but also in the values ​​of togetherness, solidarity, and respect for ancestors. By maintaining this tradition, the people of Nagari Sitiung are trying to maintain their cultural identity amidst the changing times. The village clean tradition is also a reflection of the close relationship between humans and the environment, as well as a form of cultural adaptation that is rich in philosophical meaning. Through this tradition, the ancestral heritage remains alive as an important part of people's daily lives.
Pengaruh Kemampuan Berpikir Statistik Terhadap Kreativitas Berpikir Siswa Dalam Matematika Sindy cahyani; Dwi Andini
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas merupakan suatu hal yang jarang sekali diperhatikan dalam proses pembelajaran matematika. Guru biasanya menempatkan logika lebih tinggi dan menganggap kreativitas hal yang tidak penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, a) Bagaimana kemampuan berpikir statistik siswa dalam menyelesaikan soal matematika. b) Bagaimana kreativitas berpikir siswa untuk menyelesaikan soal matematika. c) Apakah terdapat pengaruh kemampuan berpikir statistik terhadap kreativitas berpikir siswa dalam matematika. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, sedangkan metode penelitiannya menggunakan metode ex- post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berjumlah 290 siswa, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil jumlah  34 siswa sebagai sampel penelitian. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian. Setelah data diperoleh, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan pengujian statistik berupa uji regresi. Setelah dilakukan penelitian dan pengolahan data menggunakan software SPSS 16.0, diperoleh rata-rata tes kemampuan berpikir statistik siswa sebesar 65,29, yang tergolong kriteria cukup dan rata-rata tes kreativitas berpikir matematika siswa sebesar 70,96 tergolong kategori kreatif, yang artinya siswa mampu menunjukkan berbagai macam penyelesaian meskipun tidak dengan cara yang berbeda. Persamaan regresi yang dihasilkan yaitu dengan koefisien determinasi sebesar 37,8%. Hal ini diartikan bahwa pengaruh kemampuan berpikir statistik terhadap kreativitas berpikir siswa sebesar 37,8%, sedangkan sisanya 62,2% ditentukan oleh faktor lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Konsep Habis Dibagi Menjadi Konsep dan Aplikasinya Bilangan Prima Dwi Andini; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Putri Juwita; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.606

Abstract

Konsep habis dibagi dan bilangan prima merupakan elemen dasar dalam teori bilangan matematika. Habis dibagi berarti suatu bilangan a dapat dibagi oleh bilangan b tanpa sisa, ditulis a mod b = 0. Konsep ini menjadi fondasi untuk memahami kelipatan, faktor, dan hubungan antar bilangan. Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor positif, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima terkecil adalah 2 (satu-satunya prima genap), sedangkan lainnya bersifat ganjil. Sifat unik ini menjadikannya sangat penting dalam matematika murni dan terapan. Artikel ini menjelaskan definisi serta sifat kedua konsep tersebut, beserta aplikasinya dalam kehidupan nyata. Di antaranya kriptografi melalui algoritma RSA yang mengandalkan perkalian bilangan prima besar untuk keamanan data digital, transaksi online, dan perbankan. Selain itu, diterapkan dalam pemrograman (misalnya Sieve of Eratosthenes), analisis keuangan, kompresi data, serta pengembangan teori bilangan. Pemahaman mendalam terhadap konsep ini mendukung kemajuan teknologi informasi dan keamanan siber di era digital.