Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gejala kecemasan dan faktor-faktor yang memicunya pada siswa kelas XII SMA saat mereka menghadapi Tes Kemampuan Akademik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam kepada siswa kelas XII sebagai subjek. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecemasan muncul sebagai akibat dari persiapan yang terbatas (hanya satu bulan) serta luasnya materi yang harus dipelajari dari kelas X hingga XII. Dampak dari kecemasan ini meliputi perasaan kosong atau panik ketika menghapi soal yang sulit, yang mengganggu konsentrasi dan rasa percaya diri. Dalam mengatasi hal ini, siswa menggunakan berbagai strategi koping seperti teknik pernapasan, berdoa, dan informasi serta dukungan dari teman-teman serta guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kecemasan tidak menyebabkan gejala fisik yang parah, hal itu sangat berpengaruh terhadap kinerja akademik yang tidak optimal. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya adanya program bimbingan yang lebih intensif dari guru bimbingan konseling dalam rangka persiapan ujian.
Copyrights © 2026