Kajian ini merupakan bentuk pendampingan dari potensi masyarakat desa Wajak Kidul yang tinggal di sekitar cagar budaya Tulungagung dalam rangka mengembangkan konsep wisata sejarah. Hakikatnya Tulungagung memiliki cagar budaya yang representative, tetapi tidak dikembangkan sebagai destinasi wisata. Arah pengembangan pariwisata Tulungagung utamanya ke sector air atau pantai dan kuliner. Alhasil, perlu adanya diversifikasi sector wisata lainnya, seperti: wisata sejarah. Untuk mengembangkan rencana wisata sejarah, maka dapat menggunkan metode ABCD. Dengan menggunakan metode ABCD, maka masyarakat diajak untuk menemukan potensi dan membangun mimpinya. Penggunaan metode SWOT juga dapat membantu menganalisis kelebihan dan kekurangan rencana wisata sejarah di Tulungagung. Hal ini bertujuan untuk, pertama mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyaraat desa Wajak Kidul. Kedua, unruk meningkatkan keterampilan masyarakat menuju pengembangan wisata sejarah. Ketiga, meningkatkan ekonomi lokal. Terdapat dua temuan dalam kajian ini, pertama dari analisis uji kelayakan dan SWOT, maka wisata sejarah memiliki prosentase 75,18 artinya layak dikembangkan sebagai destinasi wisata baru Tulungagung. Kedua, pemberdayaan yang tepat bagi masyarakat adalah pendampingan manjadi tour guide dan pengolahan hasil tanaman buah.
Copyrights © 2026