Perkembangan pendidikan Islam dari masa Rasulullah hingga era modern menunjukkan adanya adaptasi yang dinamis, termasuk hadirnya majelis ta’lim sebagai bentuk pendidikan nonformal yang tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia. Majelis ta’lim tidak hanya menjadi ruang belajar agama, tetapi juga wadah pembinaan spiritual dan sosial yang menyeimbangkan antara ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Di tengah tantangan zaman seperti meningkatnya individualisme, radikalisme, dan degradasi moral, peran majelis ta’lim menjadi semakin penting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat peran Majelis Ta’lim Nahdlatul Ulama di Desa Tukdana dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, dan pendampingan yang melibatkan pengurus serta jamaah secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti meningkatnya pemahaman keagamaan, tumbuhnya kesadaran beribadah, serta semakin kuatnya kebersamaan sosial. Selain itu, majelis ta’lim juga mengalami penguatan dalam pengelolaan dan metode pembelajaran yang lebih kontekstual. Dalam jangka panjang, kegiatan ini berkontribusi pada terbentuknya budaya religius yang lebih hidup, penguatan karakter masyarakat, serta meningkatnya ketahanan sosial dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya memberi manfaat praktis, tetapi juga menjadi inspirasi model pemberdayaan masyarakat berbasis nilai keagamaan
Copyrights © 2026