Banjir di Kota Bima yang dipicu oleh degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lemahnya tata kelola mitigasi mendorong perlunya strategi terpadu yang mengintegrasikan pendekatan struktural dan non-struktural. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen konstruksi yang efektif guna memitigasi banjir di DAS Kota Bima, dengan mengidentifikasi faktor penghambat koordinasi stakeholder serta mengembangkan model evaluasi keberlanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-method explanatory sequential, yang mengkombinasikan analisis kuantitatif melalui survei terhadap 65 responden dari pemerintah, kontraktor, masyarakat, dan akademisi, dengan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dan FGD. Data dianalisis secara statistik dengan regresi linier berganda dan secara tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa strategi manajemen konstruksi, penerapan teknologi BIM/GIS, integrasi mitigasi struktural-non-struktural, dan manajemen risiko berpengaruh signifikan dan positif terhadap efektivitas mitigasi banjir (R² = 0,967–0,996). Namun, faktor ego sektoral dan disparitas informasi menjadi penghambat utama koordinasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keefektifan mitigasi banjir memerlukan integrasi holistik antara aspek teknis, teknologi, dan sosial-kelembagaan melalui kerangka manajemen konstruksi yang adaptif dan kolaboratif. Implikasinya, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mewajibkan penggunaan BIM, membentuk forum kolaborasi multi-stakeholder, dan merevisi peraturan tata ruang berbasis risiko perubahan iklim.
Copyrights © 2026