Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMODELAN HIDROLOGI DAN HIDROLIKA UNTUK MITIGASI BANJIR STUDI KASUS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITANDUY HULU KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS: PEMODELAN HIDROLOGI DAN HIDROLIKA UNTUK MITIGASI BANJIR STUDI KASUS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITANDUY HULU KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS mukarom, saeful; Siregar, Chandra Afriade; Pratiwi, A Andini Radisya
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i1.5243

Abstract

Kecamatan Panumbangan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Ciamis yang terletak dibagian hulu DAS Citanduy sering menghadapi masalah banjir hampir setiap musim hujan. Banjir inimenyebabkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat setempat serta kerugian materi yang cukup besar.Intensitas curah hujan yang tinggi, bertambahnya populasi dan perkembangan kawasan permukimanberkontribusi terhadap menurunnya kemampuan lingkungan untuk menyerap air hujan. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah pemodelan hidrologi dan hidrolika menggunakan perangkat lunak HEC-HMS danHEC-RAS. Hasil analisis HEC-HMS menghasilkan Q2 383.6 m3/s, Q5 2556.9 m3/s, Q10 2942.8 m3/s, Q203289 m3/s, Q25 3396.1 m3/s dan Q50 3709.8 m3/s. Sedangkan hasil analisis HEC-RAS menunjukan terjadiluapan yang mengakibatkan banjir pada Desa Payungagung, Sindangherang, Kertaraharja, Tanjungmulya,Panumbangan dan Medanglayang. Solusi mitigasi banjir yang dapat dilakukan yaitu pembangunan tanggulsepanjang 9.440 m’ dengan ketinggian rata-rata 6,3985 m’ dan dilakukan normalisasi terutama pada daerahrawan banjir yaitu pada STA. 497 s/d STA. 18.920. Adapaun solusi lebih lanjut terkait efektivitas berbagaistrategi mitigasi, yaitu secara struktural (pelebaran sungai, sumur resapan, sudetan dan kolam retensi) dan nonstruktural (pengelolaan tata ruang, sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat mengenai mitigasi banjir).
Strategi Manajemen Konstruksi Sebagai Rekomendasi Mitigasi Banjir Struktural dan Non-Struktural untuk Das di Kota Bima Alamsyah, Alamsyah; Soekiman, A Anton; Pratiwi, A Andini Radisya; Siregar, Chandra Afriade; Kusmana, Dody
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i4.32765

Abstract

Banjir di Kota Bima yang dipicu oleh degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lemahnya tata kelola mitigasi mendorong perlunya strategi terpadu yang mengintegrasikan pendekatan struktural dan non-struktural. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen konstruksi yang efektif guna memitigasi banjir di DAS Kota Bima, dengan mengidentifikasi faktor penghambat koordinasi stakeholder serta mengembangkan model evaluasi keberlanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-method explanatory sequential, yang mengkombinasikan analisis kuantitatif melalui survei terhadap 65 responden dari pemerintah, kontraktor, masyarakat, dan akademisi, dengan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dan FGD. Data dianalisis secara statistik dengan regresi linier berganda dan secara tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa strategi manajemen konstruksi, penerapan teknologi BIM/GIS, integrasi mitigasi struktural-non-struktural, dan manajemen risiko berpengaruh signifikan dan positif terhadap efektivitas mitigasi banjir (R² = 0,967–0,996). Namun, faktor ego sektoral dan disparitas informasi menjadi penghambat utama koordinasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keefektifan mitigasi banjir memerlukan integrasi holistik antara aspek teknis, teknologi, dan sosial-kelembagaan melalui kerangka manajemen konstruksi yang adaptif dan kolaboratif. Implikasinya, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mewajibkan penggunaan BIM, membentuk forum kolaborasi multi-stakeholder, dan merevisi peraturan tata ruang berbasis risiko perubahan iklim.
Evaluasi Engineering Estimate Sebagai Alat Pengendali Resiko Keuangan Dalam Proyek Pembangunan Gedung Pengadilan Agama Kota Cimahi Mutaqin, Abdul; Afriade Siregar, Chandra; Pratiwi, A Andini Radisya; Kusdian, Didin; Kusmana, Dody
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i4.32784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko keuangan dalam proyek konstruksi pemerintah Indonesia akibat ketidakakuratan Engineer’s Estimate (EE), yang sering menyebabkan cost overrun, keterlambatan, dan inefisiensi anggaran. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi EE, mengidentifikasi faktor penyebab ketidaktepatannya, dan merumuskan strategi optimasinya sebagai alat pengendali risiko keuangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) dengan studi kasus pada Proyek Pembangunan Gedung Pengadilan Agama Kota Cimahi. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen (EE, RAB, dan biaya aktual) serta kuesioner terhadap 30 responden dari kalangan kontraktor, konsultan, dan owner. Analisis data kuantitatif menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan uji statistik inferensial, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EE memiliki akurasi sangat baik dengan nilai MAPE sebesar 8,96%, meskipun deviasi tinggi terjadi pada pekerjaan MEP (18%) dan sarana lingkungan (10%). Faktor dominan penyebab ketidakakuratan adalah fluktuasi harga material, perubahan desain mendadak, ketidaklengkapan data historis, dan kesalahan kuantitas material. Responden sepakat bahwa strategi optimasi melalui pembaruan database harga, penerapan kontinjensi berbasis risiko (ISO 31000), pelatihan estimator, kolaborasi multistakeholder, dan integrasi teknologi (BIM) sangat diperlukan. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa EE berpotensi menjadi alat pengendali risiko keuangan yang efektif jika didukung oleh metode estimasi yang akurat dan manajemen risiko yang proaktif. Implikasi praktisnya adalah perlunya adopti strategi optimasi berbasis data dan teknologi dalam penyusunan EE pada proyek pemerintah untuk mencegah pembengkakan anggaran dan meningkatkan akuntabilitas keuangan.
Analysis of the Effectiveness of the Special Allocation Fund (DAK) Drinking Water Program on Drinking Water Access Achievement in Purwakarta Regency Destiningrum, Natalia; Namara, Idi; Pratiwi, A Andini Radisya
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 7 No. 5 (2026): Devotion: Journal of Community Research
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v7i5.25680

Abstract

The Government of Purwakarta Regency seeks to improve access to safe drinking water; however, by 2024, coverage has only reached 64%, still below the 81% target. This study aims to analyze the effectiveness of community-based Drinking Water Supply System (SPAM) management funded through the Special Allocation Fund (DAK) in three villages: Cipicung, Pasirangin, and Pusakamulya. The evaluation refers to five aspects based on Minister of Public Works and Housing Regulation No. 27 of 2016, namely technical, institutional, financial, social, and environmental aspects. The research method combined analysis of existing conditions and stakeholder perceptions. Primary data were collected through surveys and structured interviews with 129 respondents, while secondary data were obtained from relevant regulations. Data analysis employed the Relative Importance Index (RII) and Confidence Interval (CI). The results indicate that water quality is the most influential factor in determining the effectiveness of SPAM management. Cipicung and Pasirangin villages have successfully implemented all aspects, as reflected in good water quality, strong institutional arrangements, and high community participation. Meanwhile, Pusakamulya village faces challenges in the environmental aspect, particularly in water source protection, which affects water availability. The management model applied in Cipicung and Pasirangin can serve as a reference for other areas, with recommendations focusing on infrastructure improvement and strengthening water source protection