Penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi strategi penting dalam mendorong kemandirian masyarakat pedesaan. Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, memiliki potensi lokal yang melimpah, namun sebagian besar masih dimanfaatkan secara tradisional dengan nilai tambah rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas wirausaha masyarakat desa, memperkuat daya saing UMKM lokal, serta mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi digital melalui pemanfaatan teknologi keuangan non-tunai. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat sejak tahap identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Pengetahuan manajemen usaha meningkat dari skor rata-rata 55 menjadi 82, inovasi produk dari 50 menjadi 80, branding dan packaging dari 48 menjadi 78, pemasaran digital dari 45 menjadi 81, serta pengelolaan keuangan dari 52 menjadi 79. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemasaran digital yang diperkuat dengan penerapan QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai. Adopsi QRIS mempermudah pencatatan transaksi, memperluas segmen konsumen, serta meningkatkan transparansi keuangan UMKM. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis UMKM, tetapi juga mendorong perubahan perilaku kewirausahaan menuju digitalisasi.
Copyrights © 2026