Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN NOODLE FISH DARI IKAN RUCAH DI DESA MANGINDARA KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR Hardianty Askar; Istyqamah Muslimin; Arwita Irawati; Rasdi Rasdi; Muh Arfah Mustari
Nobel Community Services Journal Vol 2 No 2 (2022): Nobel Community Services Journal
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat ITB Nobel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37476/ncsj.v2i2.3434

Abstract

This community service aims to provide socialization and training on the manufacture of fishery products by utilizing trash fish with low economic value into processed products of high quality and economic value through the application of technology by means of demonstration. The activity was carried out in Mangindara Village, South Galesong District, Takalar Regency. The product making activity involved 33 participants consisting of fishermen's wives, hamlet heads, and staff of the Magindara Village Office. There are several stages of the noodle fish making process, namely the fish is cleaned and then fillet and mashed. After that, combine the fish and other ingredients until evenly distributed, then knead until smooth and print using a noodle grinder until it is in the shape of noodles. Noodle fish is very popular with the people in Mangindara Village because it is quite easy and can enjoy the results of noodle fish production directly.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Ketahanan Pangan Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflok di Kota Makassar Rasdi Rasdi; Hardianty Askar; Arwita Irawati; Istyqamah Muslimin; Muh Arfah Mustari; Titia Putri; M Ilham
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9279

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal ini kaum milenial dalam memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah mereka agar lebih produktif dalam memanfaatkan lahan secara mandiri. Kegiatan dilakukan pada Study Club ASCM di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar dengan melibatkan 19 peserta pelatihan. Kegiatan pengabdian dilakukan pada bulan 17 Juni 2023. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan sosialisasi dan demonstrasi langsung melalui pemanfaatan sistem bioflok pada budidaya ikan lele. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM yang telah dilakukan yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dengan mempelajari prinsip dasar, teknik, dan manajemen yang diperlukan dalam memulai dan menjalankan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok secara efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan skor hasil kuesioner awal dan akhir dari 19 peserta pelatihan. Terdapat peningkatan pengetahuan dari 15,79% menjadi 73,68% yang paham dan mengerti tentang pemanfaatan lahan kosong dalam budidaya ikan lele melalui sistem biofolok.This community service aims to increase the insight of community knowledge and skills, in this case, millennials, in utilizing vacant land around their homes to be more productive in managing resources independently. The activity was carried out at the ASCM Study Club in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City, involving 19 training participants. The service activities will be carried out on June 17, 2023. The method used is conducting socialization and direct demonstration through the biofloc system in catfish farming. The results obtained from PKM activities that have been carried out are improving community knowledge and skills by learning the basic principles, techniques, and management needed in starting and running catfish farming with a biofloc system effectively. This can be seen by comparing the scores of the initial and final questionnaire results of 19 trainees. There was an increase in knowledge from 15.79% to 73.68% who understood the use of vacant land in catfish farming through the biofloc system.
PELATIHAN PEMBUATAN DESAIN KEMASAN DALAM MENINGKATKAN STRATEGI PEMASARAN PADA BUMDES BPS DESA PACCELLEKANG, KECAMATAN PATTALLASSANG, KABUPATEN GOWA Januar Kulsaputro; Hardianty Askar; Arwita Irawati; Widi Astutik; Mujaddid Mujaddid; Muh Arfah Mustari; Nur Windi Asnim; Muh Takdir Imran
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1295-1302

Abstract

egiatan Pengabdian kepada masyarakat memiliki tujuan untuk memperluas wawasan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kepada anggota Bumdes tentang pentingnya proses pengemasan produk dan untuk mendampingi proses pengemasan produk olahan pangan yang dapat meningkatkan daya beli produk. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2024 yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bumdes Bps Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Metode pengabdian yang digunakan yaitu dengan memberikan pelatihan dengan beberapa tahapan yaitu penyuluhan dan demostrasi langsung dengan memandu proses pembuatan desain kemasan yang kreatif dan menarik. Selain itu, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemahaman peserta pelatihan  mengenai konsep pembuatan desain kemasan dan mengetahui kendala yang terjadi. Hasil dari kegiatan PKM yang telah dilaksanakan yaitu memberikan dampak positive terhadap Bumdes Bps Desa Paccellekang. Pada peserta pelatihan terjadi peningkatan keterampilan dan pengetahuan terhadap jenis, fungsi, dan langkah-langkah dalam pembuatan kemasan. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil olah data kuesioner awal dan akhir dari 20 peserta pelatihan yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan terhadap  persyaratan dalam proses pembuatan kemasan, serta mampu memahami langkah-langkah pembuatan kemasan untuk meningkatkan strategi pemasaran
Pelatihan CPPOB dan Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Bagi Pelaku UMKM Rumput Laut di Desa Bonto Jai Kabupaten Bantaeng Latief, Fitriani; Muslimin, Istyqamah; Askar, Hardianty; Hidayat, Andi Ircham; Firman, Ahmad; Dirwan, Dirwan; Asniwati, Asniwati; Hasnah, Hasnah; Annur SB, Ince Adzzahra; Multhazam, Nur Afifah Thohirah
Celebes Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Juni - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v3i2.1826

Abstract

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Bonto Jai, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan yang di fokuskan pada pelaku UMKM rumput lut, karena desa tersebut memiliki potensi besar dalam budidaya dan pengolahan rumput laut. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM rumput laut di desa ini antara lain adalah kurangnya pengetahuan tentang CPPOB, ketidaktepatan perhitungan HPP dan daya saing yang rendah. Kondisi ini menyebabkan margin keuntungan yang diperoleh menjadi sangat tipis, bahkan tidak jarang mengalami kerugian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM dan mendorong perkembangan ekonomi lokal di Desa Bonto Jai dengan memberi sosialisasi dan pendampingan tentang cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Dari hasil kegiatan pengabdian Masyarakat dapat dilihat bahwa masyarakat mampu menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang cara produksi pangan olahan yang baik dan menunjukkan hasil positif terkait menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dengan lebih akurat serta hasil monitoring dan evaluasi pelaku UMKM rumput laut secara konsisten menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik dan perhitungan Harga Pokok Produksi dalam kegiatan produksi mereka.
Proses pengasapan ikan tuna asap berdasarkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB) Desa Singa, Bulukumba Hardianty Askar; Istyqamah Muslimin; Rasdi Rasdi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27691

Abstract

Pengasapan ikan tersebar dikalangan masyarakat Desa Singa yang dijadikan sebagai usaha. Sebagian penduduk melakukan usaha pengasapan ikan sebagai mata pencaharian yang dilakukan secara turun temurun. Proses pengasapan yang dilakukan masih tradisional dengan menggunakan rumah pengasapan (tungku). Namun pada proses pengasapan ikan yang dilakukan sering kali tidak sesuai dengan prosedur yang baik sehingga menghasilkan kualitas ikan asap yang tidak bertahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengasapan ikan tuna di Desa Singa berdasarkan prinsip-prinsip CPPB, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari metode pengasapan yang diterapkan, khususnya dalam aspek kebersihan, kontrol proses, dan kualitas produk akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan para pengolah ikan tuna di Desa Singa. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh tahapan proses pengasapan, mulai dari persiapan bahan baku, pengasapan, hingga pengemasan akhir. Penilaian dilakukan berdasarkan standar CPPB yang mencakup aspek kebersihan, kontrol suhu, dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CPPB dalam proses pengasapan ikan tuna telah berhasil meningkatkan kebersihan dan kontrol suhu selama pengasapan, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas produk akhir. Namun, masih terdapat kekurangan signifikan dalam kualitas pengemasan, yang mempengaruhi umur simpan dan daya tarik produk di pasar. Pengasapan dengan kontrol suhu yang lebih baik menghasilkan ikan tuna dengan rasa dan aroma yang lebih konsisten.
Coastal Communities Perception through Stunfish (Stunting Prevention through Fish Divercification) In Stunting Prevention Efforts Hardianty Askar; Arwita Irawati; Wafiq Azizah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i2.29572

Abstract

This study aims to analyze the perception of coastal communities through STUNFISH (Stunting Prevention through Fish Divercification) in an effort to prevent stunting. This study is a survey research using a quantitative descriptive approach using questionnaire aids. The research was conducted in the coastal area of Sangkarrang District on Barang Lompo Island, Barang Caddi Island, and Kodingareng Lompo Island. The sampling method used the slovin formula in three conditions of coastal communities, namely toddler mothers, pregnant women, and breastfeeding mothers. The population in this study was 1,185 from three conditions of coastal communities and the number of samples was 201 respondents obtained from the calculation of the slovin formula with the number of mothers under five as many as 89 respondents, pregnant women as many as 74 respondents, and breastfeeding mothers as many as 38 respondents.  The data analysis used in the social study used Likert scale analysis with four measurement scales on the perception of coastal communities. The results showed that the perception of the level of knowledge of parents in the breastfeeding mother group had the highest presentation on the indicator of lack of knowledge at 59.46%. The perception of obstacles to stunting prevention in coastal communities in the condition of Mrs. Ballita has a poor percentage of 42.70% indicators. The perception of the level of knowledge of fishery products in the group of mothers under five had the highest percentage level in mothers under five, namely 59.55% on the indicator of knowing very well. Finally, the perception of the role of processed fishery products in stunting prevention in coastal communities was the highest percentage of 66.22% in the condition of breastfeeding mothers who thought it was very good. : Diversification, Coastal Communities, Perception, Likert Scale, STUNFISH
ANALISIS RANTAI DISTRIBUSI DAN MUTU IKAN BANDENG YANG DI KOTA MAKASSAR. Umniyah Musdhalifah Yusran; Hardianty Askar; Rasdi Rasdi; Istyqamah Muslimin; Arif M Saleh
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i2.29680

Abstract

Ikan bandeng yang dipasarkan di Kota Makassar merupakan ikan yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan sehingga kesegaran ikan sangat penting untuk diperhatikan demi mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis rantai distribusi terhadap mutu dan keamanan ikan bandeng yang dipasarkan dikota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi langsung di daerah produsen ikan bandeng, daerah konsumen I (Pendaratan Ikan Bandeng di Makassar) dan daerah Konsumen II (pagandeng) dan pengujian di laboratorium untuk melihat mutu dna keamanan ikan bandeng. Hasil observasi didapatkan bahwa rantai distribusi ikan bandeng ikan bandeng di Kota Makassar terdiri atas 3 yaitu dari Produsen dipasarkan ke Konsumen I dan diteruskan ke Konsumen II. Sedangkan pengujian mutu dan kemanan ikan bandeng diuji secara organoleptik, fisika, kimia dan biologi menunjukkan bahwa ikan yang didistribusikan dari produsen ke konsumen akhir mengalami penurunan mutu, namun masih dalam kategori segar dan layak untuk dikonsumsi berdasrkan SNI ikan segar.
Analisis kandungan protein opak singkong dengan formulasi konsentrat protein ikan mujair dalam upaya pencegahan stunting istyqamah Muslimin; Rasdi Rasdi; Hardianty Askar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27937

Abstract

Stunting sangat umum terjadi di Indonesia, perlu dilakukan pencegahan stunting dengan makanan kaya protein dan makanan bersumber energi misalnya hasil konsetrat protein dari ikan mujair dan singkong. Kedua jeni sumber pangan tersebut sama-sama mempunyai nutrisi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu kandungan gizi makro yakni protein pada opak singkong dengan formulasi tepung konsentrat protein ikan mujair. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama penentuan formulasi opak singkong dengan tambahan tepung konsentrat protein ikan mujair dan tahap kedua analisis kandungan gizi pada opak singkong yang diperkaya konsentrat protein ikan mujair. Analisis kadar air memperoleh nilai A(6,43%), B(5,86%), C(7,18%), D(6,95%), E(5,67%), kadar abu memperoleh nilai A(6,43), B(5,86) C(7,18), D(6,95), E(5,67), kandungan gizi lemak memperoleh nilai A(29,17%), B(24,58%), C(23,89%), D(22,18%), dan E(17,99%) dan Hasil analisis kandungan gizi protein opak singkong dengan formulasi konsentrat protein ikan mujair yang diperoleh A(3,09 %), B(5,18%), C(6,77 %), D(8,86 %), dan E(10,02%). Semakin tinggi variasi persentasi penambahan tepung konsentrat protein ikan mujair semakin tinggi kandungan gizi protein opak singkong yang dihasilkan.
Analisis tingkat kesegaran ikan tongkol (Euthynnus sp.) yang dipasarkan di Pasar Antang Kota Makassar Rasdi Rasdi; Hardianty Askar; Istyqamah Muslimin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27661

Abstract

ABSTRAKPedagang yang menjual ikan tongkol di Pasar Antang Makassar masih kurang memperhatikan cara menjaga ikan agar tetap segar. Uji organoleptik dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan. Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesegaran ikan yang dijual di Pasar Antang Makassar. Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga Mei 2024. Sampel ikan tongkol segar diambil di Pasar Antang, Kota Makassar tiga kali, setiap hari pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00 WITA. Kemudian, sampel diuji organoleptik dan pHnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan sekitar dua minggu menunjukkan bahwa ikan tongkol yang dijual di Pasar Antang, Kota Makassar pada pukul 07.00 pagi masih dalam kondisi segar, tetapi ikan yang dijual dari pukul 12.00 hingga 17.00 telah mengalami kemuduran mutu yang signifikan. pH daging ikan diperkirakan berada di antara 5,57-6,57, yang menunjukkan bahwa masih dalam kisaran normal untuk ikan segar. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa ikan yang dijual di Pasar Antang, Kota Makassar pada pagi hari masih segar, tetapi mulai mengalami kemunduran mutu setelah sore hari.Kata kunci: Ikan tongkol, Organoleptik, Pasar Antang, Tingkat kesegaran ikan ABSTRACTTraders who sell tuna at the Makassar Antang Market still pay little attention to how to keep the fish fresh. Organoleptic tests can be used to determine the level of freshness of fish. This study aims to determine the level of freshness of fish sold at the Makassar Antang Market. This research was conducted from April to May 2024. Fresh tuna samples were taken at the Antang market in Makassar three times, every day at 07.00, 12.00 and 17.00 WITA. Then, the samples were tested for organoleptics and pH. The data obtained was analyzed using descriptive analysis. Research conducted for about two weeks shows that the tuna sold at the Antang market in Makassar at 07.00 am is still fresh, but the fish sold from 12.00 to 17.00 has experienced a significant decline in quality. The pH of fish flesh is estimated to be between 5.57-6.57, which indicates that it is still within the normal range for fresh fish. Based on these results, it can be concluded that the fish sold at the Antang Makassar market in the morning is still fresh, but the quality begins to decline after the afternoon.Keywords: Kawakawa, Organoleptic, Antang market, Fish freshness level   
PEMANFAATAN LIMBAH SISIK IKAN BANDENG MENJADI PRODUK ASPIC JELLY DI UMKM BATARI PANGKEP, KABUPATEN PANGKAJENNE KEPULAUAN Purnamasari Anwar, Dian; Askar, Hardianty; Rasdi, Rasdi; Muslimin, Istyqamah; Irawati, Arwita; Asjun, Asjun; Musdhalifah Yusran, Umniyah; Kulsaputro, Januar; Haswika, Haswika; Musdalifah, Musdalifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.655-660

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini memiliki maksud dan tujuan untuk: Mengedukasi masyarakat khususnya kelompok UMK Batari Pangkep tentang pentingnya makanan sehat dengan sumber yang bahan baku yang aman dan memberikan informasi cara memanfaatkan dan mengolah sisik ikan bandeng secara tepat. Melalui kegiatan dilakukan inovasi terhadap limbah sisik ikan bandeng dengan diolah menjadi aspic jelly yang dapat menciptakan produk yang bergizi. Kegiatan PKM di UMKM Batari Pangkep Kabupaten Pangkajenne Kepulauan pada bulan Agustus 2024. Metode pengabdian yang digunakan yaitu dengan memberikan sosialisasi serta pelatihan kepada kelompok UMKM Batari Pangkep. Hasil dari kegiatan PKM yang telah dilaksanakan yaitu memberikan dampak positive terhadap UMKM Batari Pangkep. Pada peserta pelatihan terjadi peningkatan keterampilan dan pengetahuan hal ini dibuktikan dengan adanya hasil olah data kuesioner awal dan akhir dari peserta pelatihan. Semua responden belum pernah mendapatkan pelatihan pengolahan sisik ikan bandeng dan baru kali ini semua responden mendapatkan pelatihan dan setelah mendapatkan pelatihan semua responden telah mampu mengolah, mampu menjelaskan langkah-langkah prosedur dan mampu mengenal bahan-bahan pada produk aspic jelly dari sisik ikan bandeng.