Tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, menunjukkan perlunya upaya peningkatan deteksi dini melalui pemberdayaan kader TBC di masyarakat. Program Pemberdayaan Kader untuk Bersama Perangi Tuberkulosis (PAKAR BERANI) dilaksanakan di wilayah Puskesmas Banguntapan II dengan tujuan membentuk dan melatih 22 kader dari tiap dusun agar mampu mendeteksi terduga TBC, melakukan investigasi kontak, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi, dan roleplay dengan materi tentang TBC, komunikasi efektif, dan teknik investigasi kontak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari nilai pre-test rata-rata 60,9 menjadi 88,2 pada post-test, serta peningkatan motivasi kader dari skor 36,6 menjadi 38,6 (maksimal skor 39). Kader juga aktif melakukan skrining dan sosialisasi di masyarakat, sehingga jumlah penemuan terduga TBC meningkat dibandingkan sebelum pelatihan. Kendala yang dihadapi antara lain kesulitan pengambilan dahak dan menemui kasus indeks, namun dapat diatasi dengan edukasi dan penjadwalan ulang. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan kader efektif meningkatkan deteksi dini TBC dan mendorong peran aktif kader dalam pencegahan TBC di masyarakat.
Copyrights © 2026