Anemia defisiensi besi pada remaja putri prevalensinya meningkat dari tahun ke tahun. Cakupan pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah sudah mencapai 100% namun kepatuhan konsumsinya masih rendah. Perlu adanya pendampingan komprehensif dari guru, Puskesmas, dan Sekolah. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Semarang, melibatkan orang tua siswi, guru UKS, Kepala Sekolah, Puskesmas, dan tim pengabdi. Kegiatan dilakukan secara bertahap dalam beberapa langkah, yang pertama sosialisasi, kedua advokasi, ketiga penggunaan aplikasi Jelita, keempat minum TTD Bersama, dan kelima pembagian booklet. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan untuk pengetahuan orang tua tentang anemia dari 73,96% menjadi 75,39%, dan dukungan keluarga. Kepala Sekolah dan Ahli Gizi Puskesmas bersepakat merutinkan konsumsi TTD seluruh siswi secara bersama – sama setiap minggu yaitu pada hari Selasa, selesai istirahat. Guru juga telah dibekali pengetahuan terkait anemia dan cara mengkonsumsi tablet tambah darah. Pemberdayaan keluarga dan sekolah dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik Konsumsi TTD.
Copyrights © 2026