Perubahan organisasi seringkali menimbulkan ketidakpastian yang dapat berdampak pada kondisi psikologis karyawan, terutama apabila tidak dikelola secara transparan. Kurangnya transparansi dalam manajemen perubahan berpotensi memunculkan kecemasan, ketidaknyamanan kerja, serta penurunan subjective well-being karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan psikologi berbasis transparansi dalam manajemen perubahan serta perannya dalam meningkatkan subjective well-being karyawan di Perumda Tirta Musi Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian adalah karyawan yang terlibat langsung dalam proses perubahan organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan informasi, komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan karyawan, serta pelibatan karyawan dalam proses perubahan berkontribusi positif terhadap rasa aman psikologis, kepuasan kerja, dan subjective well-being karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen perubahan yang transparan dan humanis.
Copyrights © 2025