Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh toxic online disinhibition terhadap perilaku hate speech serta menguji self-control sebagai moderasi dalam pengaruh toxic online disinhibition terhadap perilaku hate speech pada pengguna media sosial dari Generasi Z yang menggunakan analisis SEM-PLS dan mengumpulkan data dari 215 responden Generasi Z. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan skala hate speech dengan Cronbach alpha 0.923, toxic online disinhibition dengan Cronbach alpha 0.820 skala self-control dengan Cronbach alpha 0.81. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif serta signifikan pengaruh toxic online disinhibition terhadap perilaku hate speech dengan nilai signifikansi 0.000 (p-value <0.05). Semakin tinggi tingkat disinhibisi individu di media sosial, maka semakin besar kecenderungan individu untuk mengekspresikan komunikasi agresif seperti penghinaan, provokasi, maupun hate speech di media sosial. Selanjutnya, self-control juga terbukti berperan sebagai moderasi dalam pengaruh toxic online disinhibition terhadap hate speech dengan nilai signifikansi 0.036 (p-value <0.05) dengan R2 kontribusi pengaruh sebesar 0.45 (45%). Dari penelitian ini menghasilkan bahwa self-control yang tinggi justru memperkuat pengaruh toxic online disinhibition dan hate speech. Hasil studi memberikan kontribusi dalam memahami bahwa self-control tidak selalu berfungsi sebagai penghambat perilaku agresif di media sosial.
Copyrights © 2026