Pneumonia merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian tertinggi di dunia dan termasuk dalam sepuluh besar penyakit rawat inap di Indonesia. Ketepatan dan kelengkapan kodifikasi menjadi faktor penting dalam pemrosesan klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelengkapan persyaratan kodifikasi penyakit pneumonia rawat inap pada pasien BPJS serta mengidentifikasi faktor penyebab pending klaim di RSIJ Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 201 rekam medis pasien rawat inap pneumonia periode Oktober-Desember 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan 169 (84%) rekam medis memenuhi persyaratan kodifikasi, sedangkan 32 (16%) tidak. Kasus yang tidak lengkap disebabkan oleh lebih dari satu aspek yang tidak terpenuhi, yaitu pemeriksaan penunjang pada 29 kasus (14%), syarat klinis pada 12 kasus (6%), dan terapi tidak sesuai pada 6 kasus (3%). Pending klaim BPJS disebabkan oleh adanya perubahan pedoman nasional terkait kewajiban pemeriksaan kultur sputum. RSIJ menyelesaikan masalah dengan menerapkan regulasi internal bahwa pemeriksaan kultur tidak wajib untuk semua kasus pneumonia. Disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar persyaratan kodifikasi sudah lengkap, masih terdapat ketidaklengkapan yang berpotensi menghambat klaim. Diperlukan evaluasi rutin dan pelatihan koder untuk meminimalkan klaim pending.
Copyrights © 2026