Stroke hemoragik merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit serebrovaskular, dengan komplikasi serius berupa peningkatan tekanan intrakranial (TIK), dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kerusakan otak permanen. Salah satu intervensi nonfarmakologis adalah posisi head-up 30° untuk meningkatkan aliran vena serebral. Penelitian ini menganalisis asuhan keperawatan pada pasien intracerebral hemorrhage (ICH) post kraniotomi melalui manajemen TIK di ruang ICU RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh. Penelitian ini menggunakan studi kasus pendekatan proses keperawatan sesuai standar PPNI, meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Diagnosa utama adalah penurunan kapasitas adaptif intracranial. Subjek penelitian adalah 1 pasien stroke hemoragik yang terdiagnosa Intracerebral Hemorrhage. Instrumen penelitian yaitu penilaian penilaian B1 (breath), B2 (blood), B3 (brain), B4 (bowel), B5 (bladder), B6 (bone) dan buku standar kualifikasi keperawatan indonesia, buku standar intervensi keperawatan indonesia dan buku standar intervensi keperawatan indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung ke responden dan keluargannya dengan wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa intervensi manajemen TIK mampu mempertahankan saturasi oksigen (SpO? 100%), memperbaiki kesadaran, serta menstabilkan kondisi hemodinamik. Meskipun terjadi perbaikan klinis, hasil gas darah masih menunjukkan alkalosis respiratorik. Manajemen TIK berkontribusi terhadap perbaikan kondisi neurologis pasien, namun masih diperlukan intervensi lanjutan untuk mencapai kondisi optimal.
Copyrights © 2026