Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Emotion Recognition Game untuk Meningkatkan Kemampuan Mengontrol Halusinasi pada Pasien di Ruang Tenang Wanita Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Tasalim, Rian; Lestari, Lina Rahma; Amaliah, Meina; Wineiniati, Noni; Rahmah, Siti; Norsyehan, Norsyehan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2110

Abstract

Halusinasi merupakan gejala utama pada pasien skizofrenia yang berdampak pada fungsi sosial, emosional, dan kemandirian. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi gejala ini adalah Terapi Aktivitas Kelompok dengan metode Emotion Recognition Game (Permainan Pengenalan Emosi), yang melatih pasien mengenali dan mengekspresikan emosi melalui permainan ekspresi wajah dalam suasana suportif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Ruang Tenang Wanita Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, pada 11 Juli 2025 dengan melibatkan empat pasien perempuan penderita halusinasi yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dalam tiga sesi (masing-masing 30 menit) dan dievaluasi menggunakan lembar observasi delapan aspek, meliputi kebersihan diri, perilaku, kemampuan berbicara, kestabilan afek, pola pikir, kontrol halusinasi, pola tidur, dan pola makan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pada semua aspek, dengan tiga pasien berpindah dari kategori total care atau partial care menuju tingkat kemandirian lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi dapat membantu mengalihkan fokus dari stimulus internal ke stimulus nyata, meningkatkan interaksi sosial, serta memperkuat kemandirian. Kegiatan ini terbukti efektif dan disarankan untuk diimplementasikan secara rutin sebagai strategi nonfarmakologis dalam rehabilitasi pasien halusinasi.
Manajemen tekanan intrakranial terhadap peningkatan kapasitas adaptif intrakranial pasien Intracerebral Hemorrhage post-op craniotomy Lestari, Lina Rahma; Mohtar, M. Sobirin; Santoso, Bagus Rahmat
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1417

Abstract

Stroke hemoragik merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit serebrovaskular, dengan komplikasi serius berupa peningkatan tekanan intrakranial (TIK), dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kerusakan otak permanen. Salah satu intervensi nonfarmakologis adalah posisi head-up 30° untuk meningkatkan aliran vena serebral. Penelitian ini menganalisis asuhan keperawatan pada pasien intracerebral hemorrhage (ICH) post kraniotomi melalui manajemen TIK di ruang ICU RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh. Penelitian ini menggunakan studi kasus pendekatan proses keperawatan sesuai standar PPNI, meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Diagnosa utama adalah penurunan kapasitas adaptif intracranial. Subjek penelitian adalah 1 pasien stroke hemoragik yang terdiagnosa Intracerebral Hemorrhage. Instrumen penelitian yaitu penilaian penilaian B1 (breath), B2 (blood), B3 (brain), B4 (bowel), B5 (bladder), B6 (bone) dan buku standar kualifikasi keperawatan indonesia, buku standar intervensi keperawatan indonesia dan buku standar intervensi keperawatan indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung ke responden dan keluargannya dengan wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa intervensi manajemen TIK mampu mempertahankan saturasi oksigen (SpO? 100%), memperbaiki kesadaran, serta menstabilkan kondisi hemodinamik. Meskipun terjadi perbaikan klinis, hasil gas darah masih menunjukkan alkalosis respiratorik. Manajemen TIK berkontribusi terhadap perbaikan kondisi neurologis pasien, namun masih diperlukan intervensi lanjutan untuk mencapai kondisi optimal.