Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efektivitas Terapi Hipnotis Lima Jari terhadap Tingkat Stres dan Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Arselina, Arselina; Rahman, Subhannur; Mohtar, M. Sobirin
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.1.2024.161-168

Abstract

Penyusunan tugas akhir menjadi suatu kewajiban yang harus diselesaikan oleh mahasiswa. Kondisi ini memicu stress dan kecemasan yang berdampak negative. Stres dan kecemasan yang dihadapi akibat mahasiswa merasakan tuntutan atau beban dari penyusan skripsi. Upaya mengatasi stres dan kecemasaan bisa memanfaatkan terapi farmakologi dan non farmakolgi. Terapi hipnotis lima jari merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi hipnotis lima jari terhadap tingkat stres dan kecemasan Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain pre experimental one grup pre test and post test. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sari Mulia Banjarmasin dengan jumlah 30 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji t test. Hasil pretest penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami stress sedang (80%) dengan kecemasan ringan (70%). Hasil postest didapatkan hasil 50% stress sedang dan rendah melihat hasil ini tampak ada penurunan angka stress. Hasil posttest juga menyatakan seluruh responden tidak mengalami kecemasan setelah dilakukan intervensi hipnotis lima jari (100%). Hasil uji paired sampel t-test diketahui bahwa nilai p-value dari tingkat stress dan kecemasan adalah 0,000 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh hipnotis lima jari terhadap nilai pretest dan postest stress dan kecemasan.
Pengaruh Terapi Murottal terhadap Tingkat Stres Akibat Penggunaan Media Sosial Tiktok Melati, Bunga; Rahman, Subhannur; Tasalim, Rian; Mohtar, M. Sobirin
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.677-682

Abstract

Tiktok merupakan media sosial terpopuler saat ini yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif pada kehidupannya. Media sosial yang digunakan secara berlebihan akan berpotensi pada masalah kesehatan mental seperti stres. Stres merupakan penyakit keempat didunia yang sangat mengkhawatirkan. Terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres adalah terapi murottal, karena efektif serta mampu memberikan hiburan dan ketenangan jiwa. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi murottal terhadap tingkat stres akibat penggunaan media sosial tiktok. Metode pre-experimental one group pretest-posttest design digunakan dalam penelitian ini. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden yang diambil secara purposive sampling. Intervensi yang dilakukan dengan pemberian terapi murottal selama 3 hari berdurasi 15 menit sebelum tidur. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada tingkat stres sebelum dan setelah pemberian terapi murotal dengan penurunan tingkat stres menjadi kategori ringan pada 31 responden dengan nilai p = 0,000. Simpulan dari penelitian ini yaitu terapi murottal efektif untuk menurunkan tingkat stres akibat penggunaan media sosial Tiktok. 
The First Response of Family to Patient with Heart Attack in Banjarese Community South Kalimantan: A Phenomenological Study Mohtar, M. Sobirin; Hamzah; Budiyarti, Yuliani; Solikin
International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS) Vol 3 No 2: September 2021
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.ijcims-0302.248

Abstract

Family first response in patients with heart attacks is very important in increasing patient safety. Friedman's familiy theory views that the family has a major role and function indecide the prompt and appropriate course of action. Orem's Wholly Compensatory System Theory looked at that familymust provide partial assistance when a family member is sick. Theory Cultural care Leininger looked at that family tend to maintain their culture when doing help. Indonesia, especially in Banjarmasin, has different social and cultural conditions so that the experience of making its first response will of course also be different. This study aims to explore the family experience of the first response to patients with heart attacks. This study used a qualitative method with a phenomenological study approach to 8 participants from Banjar community in South Kalimantan with purposive sampling technique. Collecting data using in-depth interviews with a tape recorder and field notes. The method of analysis uses Creswell. There are 6 themes found namely (1) The initial understanding of a family about heart attack is in the form of menyamak or angin duduk, (2) The family's first action in a patient with an attackheart in the form of cabut angin, (3) family onset in doing his first response against attacks in the form of estimated time (4) Family delay factors in doing the first response in the form of a cause(5) The emotional response of the family in facing a heart attack such as neutral response, anxiety and shock. (6) Meaning as a helper for family members such as pride, relief and pleasure. Nurses need to rectify the culture that is in conflict with health by changing the family mindset of their understanding of diseases, especially heart attacks.
Perbedaan Penggunaan Moxa dan Prenatal Yoga terhadap Perubahan Posisi Janin Abnormal Maolinda, Winda; Mohtar, M. Sobirin; Friscila, Ika; Hasanah, Siti Noor
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17489

Abstract

ABSTRACT Problems that pregnant women may experience are abnormalities in fetal presentation. Therapy is needed to increase fetal activity so that it is hoped that the fetus can rotate from breech presentation to head presentation. Analyzing the differences in the use of moxa and prenatal yoga on changes in abnormal fetal position. The method used quasi-experimental with pretest posttest with control group design. The population in the study were pregnant women in the third trimester, with fetal malpresentation and a total of 20 single fetuses. Sampling was done using total sampling technique. Data analysis used the U-mann Whitney statistical test. Statistical analysis obtained a p-value test result of 0.022, which means that the p-value is smaller than the α value of 0.05, so that data interpretation shows a difference in the use of moxa and prenatal yoga on changes in abnormal fetal position. Moxa therapy and prenatal yoga can be used to correct the fetus's position to a normal position. Keywords: Moxa Therapy, Prenatal Yoga, Malpresentation  ABSTRAK Masalah yang mungkin dialami ibu hamil adalah kelainan presentasi janin. Diperlukan terapi agar dapat meningkatkan aktivitas janin sehingga diharapkan janin mampu memutar dari presentasi bokong menjadi presentasi kepala.  Menganalisis perbedaan penggunaan moxa dan prenatal yoga terhadap perubahan posisi janin abnormal. Metode menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan pretest posttest with control group. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil trimester III, dengan malpresentasi janin dan jumlah janin tunggal sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji statistik U mann Whitney. Analisis statistik didapatkan hasil uji p-value sebesar 0,022 yang bermakna nila p lebih kecil dari nilai α 0,05 sehingga interpretasi data terdapat perbedaaan penggunaan moxa dan prenatal yoga terhadap perubahan posisi janin abnormal. Terapi moxa dan prenatal yoga dapat digunakan untuk memperbaiki posisi janin ke posisi normal. Kata Kunci: Terapi Moxa, Prenatal Yoga, Malpresentasi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL (BATTRA) BERBASIS TRANSCULTURAL NURSING CARE (TNC) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN JANTUNG DI DESA LOK BUNTAR Mohtar, M. Sobirin; Meldawati; Rahmadani; Muhammad Rifa'i; Sari, Ririn Anggita; Revi; Nahda Laili Khairizqa; Pratama, Prasetya Putra; Ningsih, Kristiyana Wahyu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3363

Abstract

The Indigenous Community Group and health cadres of Lok Buntar Village are partners in the Community Partnership Empowerment program. This group consists of several traditional medicine experts (BATTRA) for heart attacks. The village community, mostly farmers, tend to choose traditional medicine due to limited internet access and the distance to the hospital. However, the high mortality rate indicates the need for increased knowledge of heart health. Through the assistance of cadres, they are expected to educate the community using the Transcultural Nursing Care approach. (TNC). The goal is to enhance the knowledge and skills of the cadres, as well as empower the indigenous community in addressing heart health issues. The implementation methods are: planning, action, observation, and evaluation. The average level of knowledge among cadres increased from a high category (82.22%) to a higher level (93.33%), while the community's initial low level (43.33%) improved to a moderate level (75%). A culturally-based approach and ongoing support are expected to help the village community achieve better overall heart health. This is a positive step towards community empowerment and sustainable improvement in quality of life.
The Effect of Heating Pillow Therapy on Chest Pain Intensity in Patients with Acute Coronary Syndrome (ACS) at Dr. H. Moch Ansari Saleh Hospital Aldi, Muhamad; Mohtar, M. Sobirin; Gaghauna, Eirene E. M.; Santoso, Bagus Rahmat
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 1 (2025): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.01.01

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) represents a category of cardiovascular disease characterized by typical symptoms, particularly chest pain, resulting from the narrowing and blockage of the coronary arteries. This study investigates the effects of heating pad therapy on the intensity of chest pain in patients diagnosed with Acute Coronary Syndrome at the Dr. H. Moch Ansari Saleh Regional Hospital in Banjarmasin. The research employed a quasi-experimental design utilizing a one-group pretest-posttest approach. Sampling was conducted using purposive sampling techniques, resulting in a sample size of 30 respondents. Data collection instruments included standard operating procedures for thermotherapy, the Numeric Rating Scale, and pain observation sheets. The Wilcoxon analysis test was utilized for data analysis. Findings indicated that before the administration of Heating Pad Therapy, a majority of respondents reported experiencing moderate pain (4-6), accounting for 60%. Following treatment, the majority reported experiencing mild pain (1-3), comprising 76.7% of the sample. The statistical analysis yielded a p-value of 0.001. Consequently, the study concludes that Warm Pillow Therapy has a significant influence on the intensity of chest pain in patients with Acute Coronary Syndrome at Dr. H. Moch Ansari Saleh Regional Hospital.
Efektivitas triage health education QR Code terhadap kecemasan keluarga pasien Fadillah, Andrian; Mohtar, M. Sobirin; Riduansyah, Muhammad
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1181

Abstract

Kondisi gawat darurat pada pasien di IGD dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga pasien sehingga pemberian edukasi tentang sistem IGD diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang alur triase perawatan pasien dan untuk menurunkan tingkat kecemasan keluarga. Teknologi QR code dapat memuat beberapa media dalam satu folder digital sehingga bermanfaat untuk memberikan informasi yang lebih banyak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas triage health education QR Code terhadap kecemasan keluarga pasien pada triase P2 dan P3 di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian ini merupakan pre eksperimental dengan rancangan pretest-posttest group pada 15 keluarga pasien IGD yang dipilih dengan teknik accidental sampling menggunakan kuesioner kecemasan HARS dan hipotesis dianalisa dengan uji wilcoxon. Dari hasil yang didapatkan selama penelitian responden terbanyak mengalami panik sebelum intervensi (80%) dan mengalami kecemasan ringan setelah pemberian intervensi (46,7%). Hasil uji Wilcoxon dengan nilai p = 0,002 < 0,05 ? 0,05 sehingga Ha diterima yang berarti triage health education QR code efektif terhadap kecemasan keluarga pasien pada triase P2 dan P3 di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. QR code tentang triase dapat menurunkan kecemasan keluarga pasien sehingga dapat diterapkan dalam pemberian informasi di IGD
Efektifitas Murrotal Al-Qur’an (Ar-Rahman) dan Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Klien Acute Coronary Sindrome (ACS) Puteri, Puteri; Mohtar, M. Sobirin; Mahdiyah, Dede; Basit, Mohammad
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11142

Abstract

Acute Coronary Sindrome (ACS) ialah penyakit yang disebabkan oleh pembuluh darah arteri yang biasanya mmberikan nutrisi dan oksigen ke otot otot jantung tersumbat karena adanya endapan lemak yang menumpuk di dinding arteri atau disebut dengan plak. Umumnya klien ACS ini mengalami permasalahan gangguan tidur. Terapi nonfarmakologi yang bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas tidur ialah murrotal (ar-rahman) dan aromaterapi lavender pada klien ACS. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efektifitas antara murrotal (ar-rahman) dan aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada klien ACS. Metode penelitian ini menggunakan Pre-Experiment dengan Two-Grup PreTest-PostTest Design. Jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kusioner kualitas tidur (PSQI), Uji statistic menggunakan uji Wilcoxon dan Man Whitney. Hasil yang didapatkan berdasarkan hasil uji Mann Whitney dengan nilai p-value 0,980>0,05, maka didapatkan hasil perbandingan antara kelompok aromaterapi dan murrotal tidak ada perbedaan yang signifikan (sama-sama efektif) namun dilihat dari nilai peringkat rata-rata jumlah kelompok aromaterapi sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok murrotal. Kesimpulan ada pengaruh terhadap pemberian terapi murrotal dan aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur terapi ini dapat diimplementasikan oleh perawat kepada penderita ACS serta dapat dilakukan pada peneliti selanjutnya.
Efektivitas Perilaku Cerdik Dan Patuh Untuk Mencegah Resiko Stroke Berulang Di RS Bhayangkara Hernanda, Febri; Mohtar, M. Sobirin; Gaghauna, Eirene E.M.
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.693

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian, dengan risiko stroke berulang yang tinggi. Program CERDIK dan PATUH dikembangkan untuk mencegah stroke berulang melalui edukasi gaya hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas perilaku CERDIK dan PATUH dalam mencegah risiko stroke berulang di RS Bhayangkara. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 pasien stroke berulang yang dipilih secara purposive dan instrumen dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner dan poster. Hasil penelitian ini diperoleh nilai P-Value pada masing-masing variabel < 0,05 yaitu p-Value perilaku CERDIK dan PATUH 0,002 dan p-Value risiko stroke berulang 0,015. Artinya H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan tentang perilaku CERDIK dan PATUH dalam mencegah stroke berulang. Edukasi CERDIK dan PATUH efektif meningkatkan kepatuhan pasien dalam mencegah stroke berulang. Program ini direkomendasikan sebagai strategi pencegahan sekunder bagi pasien stroke.
Hubungan Kesiapsiagaan Dengan Peran Perawat Dalam Manajemen Pra Bencana Di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan Hombing, Nurhani Br; Mohtar, M. Sobirin; Mahmudah, Rifa’atul
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.699

Abstract

Penerapan kesiapsiagaan bencana tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, terutama bagi petugas kesehatan. Sebagai salah satu komponen yang penting dalam respon penanganan bencana, perawat memiliki peran yang sangat besar dalam mempersiapkan maupun menangani masyarakat saat menghadapi bencana. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan kesiapsiagaan dengan peran perawat dalam manajemen pra bencana di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional untuk menganalisis hubungan antara kesiapsiagaan dan peran perawat dalam manajemen pra-bencana di Kecamatan Awayan. Sampel penelitian berjumlah 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yaitu berupa kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan dan peran perawat (p-value = 0,000). Perawat yang lebih siap lebih aktif, dan peningkatan kesiapsiagaan serta kerjasama dengan BPBD dapat meningkatkan efektivitas perawat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan bencana dan peran perawat dalam manajemen pra-bencana di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan. Perawat yang lebih siap cenderung lebih aktif dalam menjalankan perannya, dan peningkatan kesiapsiagaan serta kerjasama dengan BPBD dapat meningkatkan efektivitas penanganan bencana.