Komunikasi terapeutik menjadi elemen esensial dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi guna meningkatkan implementasi komunikasi terapeutik dalam mengatasi kasus bunuh diri pada usia remaja. Metode penelitian menggunakan literature review untuk menganalisis artikel-artikel relevan dari database online seperti Google Scholar. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik mampu menciptakan hubungan yang kuat antara konselor dan klien karena klien merasa didengar, dipahami, dan didukung secara menyeluruh pada saat sesi konseling berlangsung. Selain itu, hasil penelusuran menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang inklusif dan mendukung lingkungan yang aman dan terbuka bagi remaja untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran mereka tanpa takut dihakimi atau diabaikan. Dengan demikian, kolaborasi antara instansi pendidikan, psikolog, dan komunitas sangat diperlukan guna membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi kesehatan mental remaja serta mengurangi risiko bunuh diri.
Copyrights © 2026