Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak siswa di SDIT Al Hamidiyyah Bogor di tengah tantangan degradasi moral pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana subjek penelitian terdiri dari tiga guru PAI (Guru A, B, dan C). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam membentuk akhlak siswa bersifat multidimensional dan terintegrasi, meliputi fungsi sebagai mu’allim dalam mentransformasikan pengetahuan berbasis dalil, sebagai uswatun hasanah melalui keteladanan, sebagai kolaborator dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman, sebagai mediator dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga, serta sebagai muaddib yang menerapkan pendekatan diferensiatif sesuai karakteristik siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak yang efektif memerlukan pendekatan holistik, berkelanjutan, dan kontekstual, sehingga nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Copyrights © 2026