Penelitian ini bertujuan menganalisis esensi belajar bahasa dan implementasi teori psikolinguistik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif analitis, data dikumpulkan dari observasi lapangan di SDN 006 Sialang Kubang serta studi pustaka sistematis, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman secara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa belajar bahasa merupakan transformasi psikologis untuk mengembangkan kompetensi komunikatif yang mencakup aspek reseptif dan produktif siswa. Strategi inovatif seperti pembelajaran berbasis kelompok, penggunaan media bergambar, pemetaan konsep, serta teknik "amati dan tuturkan" terbukti efektif meningkatkan minat serta keterampilan berbicara siswa kelas 4 secara signifikan. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, keberagaman kemampuan siswa, dan kesiapan teknologi guru yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran sangat bergantung pada sinergi antara perancangan masalah kontekstual, dukungan fasilitas sekolah, dan penerapan teori pengkondisian melalui penguatan positif. Pengoptimalan metode yang berpusat pada siswa menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan pemerolehan bahasa anak sesuai kapasitas kognitifnya di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar pada era globalisasi saat ini. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Psikolinguistik, Strategi Inovatif, Sekolah Dasar, Kompetensi Komunikatif.
Copyrights © 2026