This study discusses the relation among three major temples in Magelang Regency, namely Borobudur Temple, Pawon Temple, and Mendut Temple, which are located on an imaginary line known as the Cultural Axis. The research aims to analyze the spatial, cultural, and spiritual relationships among the three temples in the context of pilgrimage trail tourism development. A qualitative approach was employed through field observation, interviews, and literature studies based on government documents. The findings indicate that the cultural axis holds significant potential to be developed as a sustainable spiritual tourism route that strengthens the cultural identity of the Borobudur area. Keywords: Borobudur; Cultural Axis; Mendu; Pawon; Pilgrimage Trail Abstrak Penelitian ini membahas hubungan tiga candi besar di Kabupaten Magelang, yaitu Candi Agung Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut, yang terletak pada satu garis imajiner yang disebut Sumbu Aksis Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial, kultural, dan spiritual di antara ketiga candi tersebut dalam konteks pengembangan pariwisata berbasis ziarah (pilgrimage trail tourism). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta kajian literatur dan dokumen pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan sumbu aksis budaya memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai jalur wisata spiritual berkelanjutan yang memperkuat identitas budaya kawasan Borobudur.
Copyrights © 2026