Perguruan tinggi merupakan ruang publik yang menyimpan potensi risiko bencana yang kerap luput dari perhatian kebijakan institusional. Kompleksitas aktivitas akademik, kepadatan populasi sivitas akademika, serta keterbatasan integrasi kebijakan mitigasi menjadikan kampus sebagai wilayah rentan terhadap berbagai ancaman bencana. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan risiko bencana di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) sebagai dasar pengembangan kebijakan kampus tangguh bencana. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan metode pemetaan risiko yang meliputi identifikasi ancaman, analisis kerentanan, dan penilaian kapasitas sivitas akademika. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNJANI menghadapi beragam potensi ancaman bencana, baik alam maupun nonalam, dengan tingkat kerentanan yang dipengaruhi oleh faktor fisik, sosial, dan kelembagaan. Di sisi lain, kapasitas mitigasi bencana masih bersifat parsial dan belum terintegrasi dalam kebijakan kampus secara komprehensif. Temuan ini menegaskan pentingnya pemetaan risiko sebagai instrumen awal dalam membangun kampus tangguh bencana yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan sivitas akademika. Kata kunci: risiko bencana; kampus tangguh; mitigasi bencana; kebijakan public.
Copyrights © 2026