Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi, telah mengubah struktur pekerjaan dan memicu kesenjangan keterampilan (skill gap) antara tenaga kerja dan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta perbandingan reskilling dan upskilling dalam menghadapi otomatisasi pekerjaan rutin melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain narrative literature review terhadap berbagai sumber ilmiah dalam rentang 5–10 tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis tematik serta sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otomatisasi mendorong pergeseran kebutuhan kompetensi menuju keterampilan digital, analitis, dan adaptif. Upskilling berperan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar tetap relevan, sedangkan reskilling memungkinkan peralihan ke peran baru akibat perubahan struktur pekerjaan. Kedua strategi ini bersifat komplementer dalam mendukung pengembangan talenta yang adaptif. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta kurangnya integrasi dengan strategi organisasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajemen talenta yang terintegrasi dan berkelanjutan berbasis teknologi dan budaya pembelajaran sepanjang hayat untuk meningkatkan daya saing organisasi di era transformasi digital
Copyrights © 2026