Sejak awal karir perlu dipersiapkan para remaja, dan perlu dibantu dalam menyusun perencanannya, memutuskan pilihan karirnya baik berupa studi lanjut ataupun pekerjaan dengan harapan hari depannya lebih baik. Salah satu lingkungan yang bisa membantu para remaja berada di lingkungan sekolah dalam hal ini bimbingan dan konseling yang merupakan salah satu media kedekatan dan kepercayaan bagi remaja (peserta didik). Pertanyaannya sejauhmana peran guru bimbingan dan konseling sekolah mengelola layanan bimbingan dan konseling dari segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Untuk mengetahui hal itu, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan kualitatif naturalistik yang dilakukan pada kondisi alamiah. Informan penelitian berjumlah 10 orang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakasek, Koord Guru BK, Guru BK, dan 6 siswa. Teknik pengumpulan data Manajemen, Bimbingan, Konseling, Karirmenggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Analisis data berpedoman pada teknik analisis interaktif Miles dan Hubberman.Untuk lokasi penelitiannya di SMP 1 Gebog Kudus.Hasil temuan; 1)Perencanaan terlaksana dengan baik hal ini ditunjukkan dengan adanya program BK. Namun manajemen BK belum bisa mengelola anggarannya secara mandiri. 2)Pengorganisasian terlaksana baik dan sesuai dengan aturan permendiknas Nomor 27 Tahun 2008. Penilaian kinerja guru BK pada pasal 22 ayat 5 Permendiknas dan BKN Nomor 14 Tahun 2010 sudah sesuai.Namun untuk koordinasi antara guru BK kurang maksimal, hal ini terlihat tidak berjalannya MGBK sekolah. 3)Pelaksanaan BK berlangsung baik. Namun belum bisa meminimalisir anggapan peserta didik bahwa BK sebagai “polisi sekolah”. 4)Evaluasi BK.Evaluasi secara proses berjalan, namun evaluasi hasil yang menggambarkan keefektifan layanan BK dan berapa banyak masalah yang berhasil ditangani BK belum ditemukan. 5)Bimbingan karir setiap kelas sudah terencana.Namun dalam pengevaluasian tidak adanya data yang berkaitan dengan out put peserta didik.
Copyrights © 2018