Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan melalui perspektif difusi inovasi dalam meningkatkan minat kunjungan dan budaya baca masyarakat. Kajian sebelumnya umumnya berfokus pada aktivitas promosi tanpa mengkaji secara mendalam proses penyebaran dan adopsi program literasi di masyarakat, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan dalam kajian komunikasi berbasis inovasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan melalui inovasi layanan, pemanfaatan media sosial, sosialisasi langsung, serta kolaborasi kelembagaan. Proses adopsi masyarakat berlangsung secara bertahap melalui tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas strategi komunikasi tidak hanya ditentukan oleh penyampaian pesan, tetapi juga oleh pengelolaan inovasi, pemilihan saluran komunikasi, serta dukungan sistem sosial. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat penerapan teori difusi inovasi dalam konteks komunikasi sektor publik, khususnya layanan perpustakaan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi strategis dalam pengembangan komunikasi yang adaptif dan berbasis inovasi untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat budaya baca secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026