Keterbatasan ruang kelas menjadi permasalahan krusial yang dihadapi banyak madrasah ibtidaiyah seiring meningkatnya jumlah peserta didik yang tidak sebanding dengan ketersediaan fasilitas fisik. Kondisi tersebut menuntut adanya pengelolaan sarana prasarana yang terencana dan adaptif agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sarana prasarana yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan dalam mengatasi keterbatasan ruang kelas di MIS Al-Khairiyah Sinar Banten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, kepala tata usaha, dan guru, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan ruang kelas dapat diatasi melalui perencanaan berbasis kebutuhan, optimalisasi pemanfaatan ruang melalui sistem pembelajaran shift, serta pemeliharaan fasilitas yang dilakukan secara rutin dan partisipatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen pendidikan dengan memberikan bukti empiris bahwa integrasi perencanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana prasarana dapat menjadi strategi solutif dan berkelanjutan dalam mengatasi keterbatasan ruang kelas pada madrasah ibtidaiyah.
Copyrights © 2026