Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, kinerja perawat diharapkan mencapai setidaknya 75% dari sumber daya yang tersedia, dengan kinerja yang baik tercermin dalam pemberian perawatan keperawatan yang komprehensif. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kualitas kehidupan kerja dan keterlibatan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi di RSUD Labuang Baji, Sulawesi Selatan. Pendekatan asosiatif kuantitatif digunakan dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan dari karyawan rumah sakit. Sampel terdiri dari 100 responden, ditentukan melalui pengambilan sampel probabilitas dengan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Keterlibatan kerja menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja tetapi pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Lebih lanjut, kepuasan kerja memediasi hubungan antara kualitas kehidupan kerja dan kinerja secara positif, sedangkan secara negatif memediasi hubungan antara keterlibatan kerja dan kinerja. Kata kunci: Kualitas kehidupan kerja; keterlibatan kerja; kinerja pegawai; kepuasan kerja.
Copyrights © 2026