Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan teori substantif tentang bagaimana hambatan proses dan tata kelola dalam implementasi sistem otomasi gudang membentuk risiko operasional tersembunyi serta menganalisis implikasinya terhadap loyalitas profesional dan tata kelola perusahaan melalui analogi dengan hubungan antara pemegang saham minoritas dan mayoritas dalam korporasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi grounded theory konstruktivis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 15 partisipan dari tiga lokasi pergudangan di Jawa Barat dan Banten, observasi lapangan, serta telaah dokumen. Analisis data dilakukan melalui prosedur tiga tahap pengkodean dengan metode constant comparative analysis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegagalan tata kelola menciptakan kondisi yang analog dengan pelanggaran duty of loyalty dalam korporasi, di mana aktor organisasi bertindak sebagai instrumen dari tekanan teknologis tanpa mempertimbangkan kepentingan seluruh stakeholder. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan model Loop of Escalating Dysfunction serta perluasan kerangka Technology-Organization-Environment menjadi TOE-I dengan menambahkan dimensi interaksi.
Copyrights © 2025