Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan keberadaan vektor nyamuk Aedes aegypti. Salah satu indikator keberhasilan pengendalian vektor adalah Angka Bebas Jentik (ABJ). Upaya peningkatan ABJ memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui penyuluhan serta praktik pembuatan larvitrap sebagai upaya pengendalian jentik di Dusun Polaman. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan evaluasi pretest–posttest terhadap delapan kader yang dipilih secara purposive. Kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, praktik pembuatan larvitrap, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 62,6 meningkat menjadi 85,9 pada posttest, dengan persentase peningkatan sebesar 37,52%. Seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Pendekatan yang mengombinasikan penyuluhan dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader terkait pencegahan DBD dan pengendalian jentik. Meskipun pengukuran ABJ secara kuantitatif belum dilakukan, peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan ABJ secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui edukasi partisipatif dan inovasi sederhana seperti larvitrap dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengendalian vektor berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026