Limbah minyak jelantah di Kota Samarinda mencapai 2.000 liter per hari dengan tingkat pengelolaan yang rendah sehingga menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna berupa biodiesel dari minyak jelantah serta menyerahkan sarana pendukung bagi Kelompok Dasawisma Melati 1 di Perumahan Talangsari. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan participatory action research yang meliputi standarisasi kualitas produk, uji performa teknis, dan serah terima infrastruktur produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk biodiesel berhasil divalidasi dengan kualitas yang memenuhi standar teknis dan mampu menghasilkan nyala api biru yang stabil pada kompor modifikasi yang dihibahkan. Terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan mitra dengan kenaikan nilai rata-rata post-test sebesar 87,5 dari nilai pre-test 75,8. Selain itu, penyerahan alat berupa unit kompor biodiesel dan jerigen pengumpul kolektif telah memperkuat sistem manajemen limbah di lingkungan mitra. Kesimpulan dari program ini adalah implementasi teknologi biodiesel dan penyerahan sarana fisik terbukti efektif meningkatkan kemandirian energi dan ekonomi kreatif masyarakat berbasis pengelolaan limbah domestik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026