Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah formal pada umumnya masih berorientasi pada buku teks sehingga kurang mampu memberikan pemahaman yang mendalam terhadap sumber ajaran Islam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam memahami dalil, praktek ibadah, serta internalisasi nilai-nilai ahlak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisi pembelajaran PAI berbasis kitab kalsik yang meliputi Fiqih (Fathul Qorib) dan Akidah Ahlak di SMP Islam Nahdatussubban Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab klasik mampu memperkuat pemahaman fiqih siswa, membentuk karakter ahlak yang lebih baik, serta menanamkan nilai-nilai Aswaja sebagai dasar moderasi beragama. Dengan demikan, pembelajaran ini relevan dengan tujuan PAI karena mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik.
Copyrights © 2026