Bencana banjir bandang di kecamatan Sumberjambe mengakibatkan kerusakan saluran air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukan perlunya informasi area yang aman untuk pemasangan pipa air bersih. Hal ini menunujukan diperlukannya informasi mengenai zonasi area banjir bandang, sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi supaya tidak berdampak serupa dan mengurangi potensi korban jiwa. Tujuan umum Penelitian ini adalah membuat peta zonasi bencana banjir bandang berbasis Sistem Informasi geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh. Tujuan Khusus penelitian mencakup, Identifikasi dan inventarisasi data berbasis survei lapangan dan penginderaan jauh. Menentukan faktor alam yang berpengaruh yaitu, Elevasi, Kemiringan Tanah, Indeks kesehatan tanaman (NDVI), Tataguna Lahan, Jarak Terhadap Sungai, Kepadatan Sungai, dan Indeks Kelembapan Topografi (TWI). Menentukan faktor yang memiliki kontribusi besar terhadap kejadian menggunakan statistik bivariat Frekuensi Rasio (FR) dan Weight of Evidence (WoE). Penelitian ini terdiri dari survei lapangan kejadian banjir bandang, pembagian sampel, inventarisasi data faktor, perhitungan bobot faktor, perhitungan faktor dan Analisis Area Under the Curve (AUC). Hasil evaluasi AUC menunjukan tingkat akurasi FR 0.96 dan WoE0.82, FR menghasilkan model dengan akurasi yang lebih baik di wilayah studi.
Copyrights © 2026