Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026

Model Sorpsi Isotermis sebagai Dasar Pendugaan Masa Simpan Biji Pala (Myristica fragrans)

Jamalludin, Jamalludin (Unknown)
Nurjanah, Sarifah (Unknown)
Rialita, Tita (Unknown)
Rienoviar, Rienoviar (Unknown)
Rosalinda, Sarinarulita (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Apr 2026

Abstract

Pala (Myristica fragrans) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia dengan nilai ekspor yang cukup tinggi dan prospek pasar yang terus meningkat. Biji pala banyak dimanfaatkan pada berbagai bidang, mulai dari industri pangan sebagai bahan penyedap dan flavoring, industri farmasi sebagai komponen obat tradisional, hingga industri kosmetik. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah negara tujuan ekspor menolak pengiriman pala Indonesia karena kadar aflatoksin yang terdeteksi melebihi ambang batas maksimum yang diizinkan. Aflatoksin umumnya terbentuk akibat kontaminasi jamur selama proses panen maupun pascapanen, terutama ketika kondisi kadar air tidak terkendali. Proses pengeringan yang kurang optimal dan penyimpanan yang tidak sesuai seringkali meningkatkan kadar air biji pala sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin. Oleh karena itu, penentuan kadar air kesetimbangan dan kondisi penyimpanan yang tepat melalui pendekatan sorpsi isotermis sangat penting untuk meminimalkan risiko kontaminasi. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kondisi penyimpanan optimal yang mampu mencegah pertumbuhan mikroorganisme penghasil aflatoksin pada biji pala. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menentukan Kurva Sorpsi Isotermis menggunakan larutan garam jenuh NaOH, CH3COOK, MgCl2, Kl, NaCl, KCl, BaCl2, pada berbagai tingkat aktivitas air. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis menggunakan model sorpsi Halsey, Henderson, Caurie, Oswin, Chen-Clayton, GAB, dengan mengevaluasi akurasi melalui perhitungan nilai Mean Relative Deviation (MRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Oswin  y=0.0851x+0.0333 menghasilkan nilai MRD terendah yaitu 1,6497, sehingga model yang paling sesuai dalam memprediksi kadar air kesetimbangan bubuk pala. Dengan demikian, model Oswin dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pengeringan dan penyimpanan pala untuk menjaga mutu serta meningkatkan ekspor

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

teknotan

Publisher

Subject

Other

Description

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) ...