Penelitian ini menganalisis tingkat kompetensi dan kualitas pelatihan K3 serta tingkat safety performance di PT Pertamina (Persero) periode 2024–2025. Tujuannya mengevaluasi kondisi masing-masing variabel dan menguji peran kompetensi serta kualitas pelatihan terhadap safety performance dalam mendukung zero accident. Secara teoritis memperkaya kajian K3, dan secara praktis memberi rekomendasi peningkatan strategi pelatihan serta kebijakan HSSE perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei cross-sectional menggunakan analisis regresi linear dan proporsional stratified random sampling berdasarkan entitas dan region untuk menguji hubungan variabel. Tahap kualitatif dilanjutkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada lima pekerja guna memperdalam dan menjelaskan hasil kuantitatif dalam konteks operasional perusahaan. Kualitas pelatihan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan kompetensi tidak signifikan. Wawancara menguatkan bahwa kualitas pelatihan mendorong perubahan perilaku aman, sementara kompetensi lebih merepresentasikan pengetahuan faktor pengawasan dan budaya keselamatan turut memengaruhi safety performance. Kompetensi K3 tergolong tinggi, kualitas pelatihan dinilai baik, dan safety performance relatif terkendali meski NoA melebihi target. Regresi menunjukkan kualitas pelatihan signifikan, kompetensi tidak, namun wawancara menegaskan peran kompetensi dan faktor organisasi. Disarankan integrasi data pelatihan-kinerja, penguatan mandatory training mitra kerja, pengembangan capability management system, evaluasi berbasis perilaku, serta penelitian lanjutan lebih komprehensif dan periodik.
Copyrights © 2026