Epilepsi merupakan penyakit kronik pada anak yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan kualitas hidup. Penyakit ini ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak dan masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai faktor risiko seperti kondisi prenatal, perinatal, dan infeksi berperan dalam kejadian epilepsi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian Epilepsi pada anak di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2023. Jenis penelitian yang di pakai adalah penelitian kuantitatif, dan selanjutnya di analisis dengan prosedur analisis observastional dengan pendekatan case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat kejang demam, kelahiran prematur, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian epilepsi pada anak. Faktor yang paling dominan adalah riwayat kejang demam dan riwayat epilepsi keluarga. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor risiko seperti riwayat kejang demam, prematuritas, asfiksia, trauma kepala, dan riwayat epilepsi keluarga berhubungan dengan kejadian epilepsi pada anak, dengan faktor dominan adalah kejang demam dan riwayat keluarga epilepsi.
Copyrights © 2026