Tingginya penetrasi internet di Kota Malang, khususnya di Kelurahan Merjosari, belum dibarengi dengan literasi digital yang memadai bagi orang tua, sehingga meningkatkan risiko online grooming dan kekerasan seksual pada anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mentransformasi peran orang tua menjadi pendamping digital yang kompeten melalui pelatihan keamanan digital keluarga. Metode pelaksanaan dilakukan secara sistematis melalui tahap sosialisasi bahaya siber, pelatihan teknis (hands-on) pengaturan fitur keamanan gawai oleh mahasiswa pendamping, serta pembentukan komunitas "Wali Digital Merjosari" sebagai wadah keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman mitra; pengetahuan mengenai bahaya grooming meningkat dari 12% menjadi 88%, dan 89% peserta berhasil mengaktifkan fitur parental control seperti pembatasan durasi layar dan filter konten secara mandiri. Berdasarkan analisis N-Gain, peningkatan kemampuan pengaturan fitur keamanan mencapai skor 0,89 (kategori tinggi). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan keamanan digital melalui pendekatan pendampingan langsung efektif meningkatkan efikasi diri orang tua dalam memitigasi risiko kekerasan seksual online dan mempersempit celah literasi digital antara orang tua dan anak di lingkungan domestik.
Copyrights © 2026