Abstract The psychological impact of flooding requires serious attention to prevent long-term trauma. Children are a particularly vulnerable group, often experiencing anxiety due to the loss of their homes and a sense of security. Through appropriate approaches, this anxiety can be reduced by restoring a sense of joy to the child's world. Therefore, psychosocial interventions via play therapy are necessary to help children express their emotions and lower their anxiety levels. This community service activity was conducted as an implementation of the Tridarma Perguruan Tinggi (Triple Dharma of Higher Education), involving a team from the Department of Psychiatric Nursing and nursing students. The methods employed included play therapy, storytelling, and psychological mentoring for the affected children. Results indicated that the implementation of play therapy had a significant effect on reducing anxiety levels among post-flood children in the Medan Johor District (p-value<0.05). Following the intervention, children demonstrated increased cheerfulness and improved adaptive capabilities. It is expected that psychological mentoring and structured play activities will continue to be facilitated by the local community and healthcare providers to ensure the realization of post-disaster mental resilience in children. Keywords: Play Therapy, Anxiety Reduction, Children, Post-Flood Abstrak Dampak psikologis akibat banjir memerlukan perhatian serius guna mencegah trauma berkepanjangan. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang sering mengalami ansietas akibat kehilangan tempat tinggal maupun suasana aman. Melalui pendekatan yang tepat, kecemasan tersebut dapat direduksi dengan mengembalikan dunia anak ke dalam suasana yang menyenangkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan intervensi psikososial melalui terapi bermain untuk membantu anak mengekspresikan emosi dan menurunkan tingkat kecemasan mereka. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi yang melibatkan tim pengabdi dari departemen keperawatan jiwa serta mahasiswa. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terapi bermain (play therapy), bercerita, dan pendampingan psikologis pada anak-anak terdampak. Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi terapi bermain terhadap penurunan tingkat ansietas anak pasca banjir di Kecamatan Medan Johor (p-value 0,00 < 0,05). Anak-anak menunjukkan peningkatan keceriaan dan kemampuan adaptasi yang lebih baik setelah intervensi diberikan. Diharapkan pendampingan psikologis dan aktivitas bermain secara terstruktur tetap dapat difasilitasi oleh masyarakat setempat dan petugas kesehatan secara berkesinambungan agar ketangguhan mental anak pasca bencana dapat terwujud. Kata kunci: Terapi Bermain, Reduksi Ansietas, Anak, Pasca Banjir
Copyrights © 2026