Budidaya ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki potensi ekonomi tinggi di Indonesia, termasuk Desa Blepanawa, Kecamatan Demon Pagong. Namun, ketergantungan masyarakat pada penjualan ikan lele segar menyebabkan nilai jual produk tidak stabil serta berisiko mengalami kerusakan karena sifat ikan yang mudah membusuk. Oleh karena itu, diperlukan upaya diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masayarakat dalam mengolah ikan lele menjadi produk lele asap sebagai alternatif usaha berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah demonstrasi dan praktik langsung yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, pendampingan proses pengolahan, serta pengemasan produk. Proses pengolahan dimulai dari penyiangan ikan lele segar, marinasi menggunakan garam, bawang putih, dan merica, kemudian dilanjutkan dengan proses pengasapan menggunakan kayu dan daun kesambi sebagai sumber asap. Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat mampu memahami proses pembuatan lele asap secara sederhana dengan menghasilkan produk beraroma khas dari penggunaan kayu dan daun kesambi. Selain itu, penggunaan kemasan vakum membantu menjaga mutu dan memperpanjang masa simpan produk. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi produk perikanan untuk meningkatkan nilai tambah dan potensi ekonomi lokal.
Copyrights © 2026