Tersedak merupakan keadaan darurat yang paling sering terjadi karena makanan tanpa mengenal usia maupun jenis kelamin. Kerusakan otak bahkan kematian dapat terjadi apabila kondisi tersedak tidak segera teratasi. Ketepatan dalam melakukan pertolongan didasari dengan pengetahuan dan sikap yang memadai. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis efek pemberian video edukasi penanganan pertama kegawatdaruratan tersedak terhadap pengetahuan dan sikap pengunjung restoran siap saji. Desain kuantitatif quasi-experimental dengan rancangan pre-test dan post-test without control group digunakan. Jumlah sampel terpilih sebanyak 100 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi Video Edukasi Kegawatdaruratan Tersedak (Vegat) secara langsung dan kelompok intervensi melalui WhatsApp berjumlah masing-masing 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap. Data kemudian dianalisa menggunakan paired, dependent, dan independent t-test. Hasil menunjukkan baik intervensi video Vegat secara langsung maupun melalui WhatsApp efektif dalam peningkatan pengetahuan pengunjung restoran siap saji (p-value = 0.000). Pemberian video Vegat secara langsung maupun melalui WhatssApp juga memiliki efek signifikan terhadap sikap pengunjung (p-value = 0.000). Sementara itu, tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan antar kelompok terkait pengetahuan (p=0.268) dan sikap (p=0.280) responden. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan efektivitas pemberian video Vegat melalui metode pelatihan lain seperti simulasi praktik atau aplikasi mobile, serta melibatkan populasi yang lebih beragam, termasuk anak-anak dan lansia.
Copyrights © 2026