Ketidaksetaraan gender yang dipengaruhi oleh kapitalisme global dan budaya patriarki masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada identitas dan posisi perempuan, termasuk dalam budaya Meto di Nusa Tenggara Timur. Di sisi lain, budaya Meto memiliki kearifan lokal yang menyimpan nilai-nilai positif terkait identitas perempuan yang dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi dehumanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji identitas perempuan dalam budaya Meto serta mengintegrasikannya dalam model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) sebagai upaya memperkuat nilai keadilan gender dalam pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas perempuan dalam budaya Meto memiliki dimensi unik, relasional, kolektif, dan kosmis yang mengandung nilai keadilan, kesetaraan, dan kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan melalui pendekatan CTL yang mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Kesimpulannya, pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal efektif dalam membangun pemahaman kritis tentang identitas perempuan serta mendorong kesadaran akan pentingnya keadilan gender dalam kehidupan masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam pendidikan Kristen dapat menjadi strategi transformasional untuk melawan dehumanisasi dan memperkuat peran perempuan dalam komunitas iman.
Copyrights © 2026