Branding merupakan aspek strategis bagi lembaga pendidikan Islam non-formal dalam membangun citra, meningkatkan kepercayaan publik, dan menjaga keberlanjutan kelembagaan di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Kalitebu Qur’any di Kota Semarang menghadapi permasalahan lemahnya identitas visual dan pengelolaan media sosial yang belum konsisten. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menerapkan strategi branding yang terarah guna memperkuat brand identity dan meningkatkan efektivitas komunikasi digital lembaga. Pelaksanaan kegiatan melalui empat tahapan: observasi dan analisis kebutuhan, perencanaan strategi, implementasi program, serta evaluasi hasil. Strategi branding difokuskan pada dua pendekatan utama, yaitu penguatan identitas visual melalui penyusunan brand kit dan optimalisasi media sosial berbasis Integrated Marketing Communication (IMC). Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dari skor rata-rata pra-kegiatan 2,01 menjadi 4,41 pasca-kegiatan pada skala 5. Penerapan identitas visual yang konsisten dan pengelolaan media sosial yang terstruktur terbukti meningkatkan profesionalitas tampilan lembaga, memperkuat brand identity, serta meningkatkan engagement dan brand awareness publik. Strategi ini dapat menjadi model pengembangan branding bagi lembaga pendidikan Islam non-formal lainnya.
Copyrights © 2026