Akumulasi limbah beton terutama berasal dari kegiatan konstruksi dan pembongkaran bangunan, serta sisa hasil pengujian beton. Limbah beton yang dihasilkan dari laboratorium dan batching plant memerlukan pengelolaan daur ulang yang lebih optimal seiring dengan besarnya jumlah limbah yang dihasilkan setiap hari. Demikian pula, fly ash dapat dihasilkan dalam jumlah yang sangat besar, mencapai ton per hari. Limbah beton memiliki potensi yang menjanjikan untuk dimanfaatkan kembali sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA) karena memiliki sifat fisik yang mendekati agregat kasar konvensional. Selain itu, fly ash merupakan bahan substitusi semen yang layak digunakan karena memiliki kesamaan unsur penyusun kimia. Penggunaan material substitusi ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan limbah, menekan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan, serta meningkatkan keberlanjutan penggunaan beton dalam skala yang lebih luas. Penelitian ini secara sistematis mengkaji pengaruh penggunaan material substitusi terhadap berat volume, nilai slump, kuat tekan, serta efisiensi biaya produksi beton. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan perlakuan mekanis pada RCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material substitusi berpengaruh signifikan terhadap hubungan antara berat volume dan nilai slump, yang dipengaruhi oleh daya serap dan berat jenis material. Nilai kuat tekan beton mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh perlakuan RCA dan komposisi kimia fly ash. Selain itu, penggunaan material substitusi terbukti mampu menurunkan biaya produksi beton dibandingkan dengan beton tanpa substitusi.
Copyrights © 2026