Perkembangan teknologi konstruksi menuntut sistem struktur yang lebih efisien, kuat, dan ekonomis. Struktur komposit yang menggabungkan elemen baja dan beton merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kinerja struktur dibandingkan sistem beton bertulang konvensional. Gedung G2 Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa yang semula direncanakan menggunakan beton bertulang kemudian dianalisis kembali dengan sistem struktur komposit. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana merencanakan ulang struktur gedung menggunakan sistem komposit serta membandingkan kinerja struktur terhadap simpangan antar lantai dengan struktur beton bertulang eksisting. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data gambar dan data tanah, perencanaan pembebanan sesuai standar SNI, pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak ETABS v.21, serta perencanaan elemen struktur komposit yang meliputi pelat lantai dengan deck baja bergelombang, balok baja IWF, kolom komposit, sambungan, dan pondasi tiang pancang. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur komposit memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan struktur beton bertulang eksisting. Nilai simpangan maksimum struktur komposit sebesar 30,176 mm pada arah X dan 25,334 mm pada arah Y, sedangkan struktur beton bertulang eksisting mencapai 35,649 mm pada arah X dan 32,866 mm pada arah Y. Hal ini menunjukkan bahwa sistem struktur komposit lebih efektif dalam meningkatkan kekakuan dan mengurangi simpangan bangunan.
Copyrights © 2026