Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan berbahaya dan menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia sebesar 24,6%. Di Desa Sugihwaras, ditemukan prevalensi preeklampsia sebesar 27% dan ibu hamil dengan faktor risiko mencapai 45,9%, namun kader kesehatan setempat belum pernah mendapatkan pelatihan deteksi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi kader dalam deteksi dini preeklampsia. Metode yang digunakan melibatkan 30 kader dengan rangkaian kegiatan meliputi pre-test dan post-test, ceramah, demonstrasi, serta tutorial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14,4%, di mana 96,6% responden kini memiliki pengetahuan kategori baik. Selain itu, keterampilan komunikasi kader dalam melakukan skrining preeklampsia mencapai kategori sangat baik sebesar 46,67%. Peningkatan ini membuktikan bahwa pelatihan melalui pemberdayaan masyarakat efektif dalam mendukung upaya deteksi dini preeklampsia di tingkat desa
Copyrights © 2026